Dinamika Rupiah Sampai Penghujung 2016

Ilustrasi.

JAKARTA – Memasuki tahun 2017, semua Negara sepertinya masih pasang kuda-kuda. Belum terlihat tanda tanda kecerahan pada stabilitas ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi Cina, Eropa dan Amerika masih belum ceria. Konflik Timur Tengah juga belum menunjukkan ittikat membaik. Namun demikian, dalam keadaan seperti ini, perekonomian Indonesia tahun ini boleh dibilang masih lumayan kondusif di tengah ketidakpastian global. Hal ini bisa ditakar dari beberapa indikator makro seperti produk domestik bruto tumbuh cukup akseleratif dibandingkan tahun lalu, dengan indeks harga konsumen yang dapat dikelola di bawah 3,5 persen.

BACA JUGA:  Laporan Pansus 5 Soal Raperda Kota Depok tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD

Berkait dengan Rupiah, Tanda-tanda bertahannya rupiah bisa dilihat semenjak Juni hingga akhir September. Di situ, rupiah berangsur-angsur mengalami penguatan. Hingga per 30 September, rupiah menguat di level 13.042. Sayangnya, lagi-lagi terimbas faktor eksternal, sejak 31 Oktober rupiah terus mengalami tekanan, hingga 30 November mencapai 13.555. Sedikit banyak, naiknya Donald Trump dari Partai Republik, memberikan efek pelemahan. Namun jika dihitung-hitung, sejak awal tahun hingga 31 Oktober, Rupiah menguat 5,67 persen. Terhitung 1 November hingga 14 Desember, terdampak efek Trump, nilai tukar rupiah mengalami depreiasi 1,8 persen.

Atas fluktuasi nilai tukar ini, Bank sentral telah melakukan intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi. Akibatnya, cadangan devisa pun sedikit tergerus dari 115 miliar dollar AS pada Oktober, menjadi 111,5 miliar dollar AS pada November. Tetapi menginjak bulan Desember, rupiah kembali terdorong sentimen positif dan menguat hingga per 14 Desember di level 13.294.. Jadi dari awal tahun sampai 14 Desember rupiah masih menguat sekitar 3,8 persen. Rupiah baru mengalami sedikit pelemahan 0,68 persen setelah diumumkannya penaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, sehingga posisi 15 Desember berada di level 13.384.

BACA JUGA:  Wanita Era 45 Hingga Milenia

Beberapa terobosan dibidang perpajakan, cukup memberi kontribusi bagi penguatan Nilai Rupiah. Program tax amnesti, cukup memberikan sentimen positif pada pasar, meskipun belum mencapai target sebagaimana yang diharapkan. Pasar membaca positif kesuksesan amnesti pajak RI.Sampai dengan berakhirnya babak pertama , uang tebusan yang masuk mencapai lebih dari Rp 90 triliun, dana deklarasi dari dalam maupun luar negeri sudah lebih dari Rp 3.000 triliun. Selain itu, amnesti pajak juga telah mencatat masuknya wajib pajak baru sebanyak 26.746 orang. (Ham)

BACA JUGA:  Mentawai Gelar Festival Muanggau

Komentar

komentar