Beranda Feature Cerminan Evaluasi Permasalahan Indonesia Sebagai Negara Berkembang

Cerminan Evaluasi Permasalahan Indonesia Sebagai Negara Berkembang

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Adam Firdaus

Indonesia merupakan negara yang didalamnya terdapat kurang lebih 2450 juta jiwa, yang terdiri dari berbagai suku, budaya, ras, bahasa, dan lain sebagainya, bahkan indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang beragam, baik yang berasal dari laut, hutan, bumi, dan lain sebagainya. Bahkan banyaknya sumber daya alam yang saat ini dimiliki oleh negara indonesia menjadi salah satu problematika permasalahan yang terjadi pada saat ini, sampai-sampai sumber daya manusia yang terdapat di indonesia ini masih belum mampu untuk dikelola secara maksimal.

Realita saat ini indonesia memerlukan banyak sekali perhatian khusus dari pemimpin negri ini, yang perlu adanya kebijakan khusus untuk memperbaiki seluruh sistem yang saat ini masih dikira kurang baik.

Pemerintah disini berperan penting dalam stabilisasi kesejahteraan suatu negara, banyak permasalahan yang harus di benahi oleh masyarakat dan pemerintah itu sendiri, seperti hal nya kemiskinan yang melanda rakyat indonesia, banyaknya koruptor yang merampas hak masyarakat banyak, kualitas pendidikan yang rendah dan disertai mahalnya pendidikan itu sendiri, penegakan hukum di indonesia yang lemah dan terkadang dapat di gadaikan dengan uang, pengelolaan sumber daya alam yang masih harus dimaksimalkan, banyaknya kerusakan-kerusakan lingkungan yang di akibatkan oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab, banyaknya kesenjangan sosial, kemacetan dimana-mana, pengangguran meraja rela, banyaknya daerah yang ter isolir dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah secara khusus, malahnya kesehatan yang disertai dengan kurangnya fasilitas kesehatan, banyaknya narkoba dan sejenisnya, dan juga banyaknya kejadian seksual dimana-mana, baik anak kecil, maupun dewasa.

Dari permasalahan tersebut pemerintah harus siap dan sigap dalam mengabil keputusan guna menghindari hal-hal yang dapat mneyebabkan hancurnya sistem indonesia, jika indonesia in ingin sejahtera, maka pemerintah harus berani dan juga turun langsung dalam mengawasi alur-alur negaranya yang disamping itu ada masyarakat yang membantu pemerintah dalam proyek pembangunan negara indonesia tercinta ini.

BACA JUGA:  Anak Pengungsi Rohingya: "Apa Kegiatan Anak-anak Indonesia?"

Menurut badan pusat statisik (BPS), mencatat penduduk indonesia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan hingga september 2015 mencapai 28,51 juta atau 11,13% dari total penduduk indonesia, dan pengangguran di indonesia itu sendiri sampai februari 2016 mencapai 7,02 juta orang atau 5,5% menurut badan pusat statistik, adapun kualitas pendidikan di indonesiaa itu sendiri masih sangat rendah,baik dari segi pengajar, sarana prasarana, jarak yang harus ditempuh, dan juga transportasi, dan juga mahalnya biaya pendidikan, bayanya aksi korupsi dan ini dibuktikan dari survei perepsi korupsi yang dilakukan pada 11 kota di indonesia dan ini menunjukan 9.1% dan alokasi jasa suap mencapai 7.4% , migas dan rerata alokasi suap sebesar 7.2% , dan sementara alokasi dana suap terendah adalah pertanian dengan rerata 3.5%, perikanan 3.3%, dan kehutanan 3.2% dan sebagainya.

Problematika Indonesia

Disamping banyaknya faktor pendukung yang dimiliki indonesia, saat ini indonesia sedang khawatir dengan problematika dan permasalahan yang terjadi, ini di buktikan melalui banyaknya aspek-aspek yang masih harus dibenahi dalam siklus kesejahteraan negara, banyak point-point yang harus di revisi, sehingga membentuk satu kesempurnaan suatu negara.

KEMISKINAN

Kemiskinan merupakan masalah utama yang melanda indonesia, hampir setiap sudut ditemukan pemukiman kumuh. Ada sekitar 30 juta rakyat indonesia yang hidup sangat miskin. Penyebab utama kemiskinan adalah ledakan penduduk yang tidak disertai dengan peningkatan kualitas penduduk tersebut, ditambah lagi dengan kebutuhan hidup yang makin kompleks dan mahal, banyak rakyat miskin ynag kelaparan, tinggal di gubug reot yang hanya beralaskan sehelai kain dan dilindungi oleh atap yang terbuat dari pelepah kelapa bahkan dalam realitanya banyak orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan terpaksa tinggal dibawah jembatan, sela-sela pipa pembuangan air ke sungai, dan lain-lain. Dan ini semua adalah potret kemiskinan yang harus diantisipasi oleh pemerintah untuk bagaimana indonesia ini diubah menjadi negara yang dapat hidup dengan layak dan sejahtera.

BACA JUGA:  Depok Terima Sertifikat Eliminasi Filiariasis dari Menkes

Dapat dilihat, propinsi dengan angka kemiskinan yang relatif tinggi dan absolut tinggi
tingkat kemiskinan ini masih sangat besar pada setiap daerah, dan ini merupakan sebuah tugas untuk negara dan pemerintahdalam membenahikemiskinan ini, agar masyarakat dritiap daerah dapat merasakan pendistribusian ekonomi baik secara mikro maaupun makro secara merata.

PENGANGGURAN

Masalah yang selanjutnya menjadi problematika adalah banyaknya jumlah masyarakat indonesia yang masih menggantungkan harapan negara ini agar bagaimana pemerintah memberikan lapangan pekerjaan guna untuk menopang mata pencaharian kehidupan masyarakat yang sampaisaat ini belum mendapatkan pekerjaan,karena sulitnya lapangan pekerjaan, menurut badanpusat statistik (BPS) menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada februari 2016 mencapai 7,02 juta orang, atau 5,5% persen, namun jumlahpengangguran tersebut menurun biladi bandingkan denga februari 2015 yang mencapai 7,45 jutaorang atau 5,81%, datadiatas menunjukan bahwasanya tingkat pengangguran di indonesia saat ini masih dalam keadaan siaga, dimana angka pengangguran sudah melebihi angka 5% dari batas standar pengangguran. tingkat pengangguran dari tahun ke tahun menurun, akan tetapi masih banyak yang harus di evaluasi dalam hal pengangguran.

PENDIDIKAN

Sistem pendidikan di indonesia dapat dikatakan sangat buruk, biaya sekolah yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasil yang di dapatkan, memang siswa selalu lulus dengan nilai yang sangat baik dan memuaskan, akan tetapi angka tersebut hanya diatas kertas, tidak menjamin sebuah nilai akan kualitas yang dimiliki oleh siswa tersebut, buktinya kualitas pendudukindonesia masih sangat rendah di bandingkan dinegara lain, tak heran jika kita mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar negri, sementara kita mengirim tenaga kerja keluar negri sebagai buruh dan pembantu, ini merupakan 180 derajat berbalik dari kata kesejahteran, indonesia berada di urutan ke 2 dari 6 negara yang masyarakatnya putus sekolah. Dan ini merupakan hal atau prestasi yang buruk yang diperoleh indonesia pada tahun 2015.

BACA JUGA:  Pewarta Depok Sepakat Bentuk Sekber

DAERAH TERISOLIR DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BURUK

Banyak sekali daerah tertinggal dinegara ini terutama di kawsan dekat perbatasan negara dan bagian timur indonesia, pembangunan cenderung berpusat disekitar pulau jawa, sumatra, dan bali saja. Mungkin karena daerah tersebut yang paling potensial. Tetapi sebaiknya pemerintah daerah lain juga memperhatikan daerah secara menyeluruh, kemudian juga sumberdaya alam yang dimiliki indonesia ini belum bisa dikelola dengan baik oleh indonesia, bahkan akibat kurangnya sumber daya mausia yang memiliki skill untuk mengelola sumber daya alam ini, dimanfaatkan para koruptor dan pencari kekayaan. Dan bukan rahasia lagi jika tambang emas Freeport di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Papua dinilai kaya akan sumber daya alam ini. Produksi PT Freeport Indonesia di 2011 mencapai 1,44 juta ounce.

Begitu banyak permasalahan di indonesia dan ini merupakan cerminan negara dari sebagian kecil, jika indonesia mau maju, maka indonesia harus berbenah dari sekarang.

Komentar

komentar