Shiren Sungkar: Semua Orang Butuh Proses Menuju Ketakwaan

DSC_0020.jpg

Depok – Departemen Kemuslimahan FSI (Forum Studi Islam) FISIP UI 2016 menggelar acara Walas Akbar dengan tema “Penggunaan Hijab Era Modern: Loyalitas atau Tabiat Mengekor?” yang berlokasi di Auditorium Komunikasi FISIP UI, beberapa waktu lalu.

Hijab yang sangat identik dengan menutup aurat, namun bila merujuk pada aturan yang sebenarnya, hijab tidak hanya soal bagaimana wanita menutup aurat.

“Poin dari hijab sendiri tidak hanya sebagai penutup, namun juga sebagai pelindung. Allah SWT sendiri telah memberikan kriteria yang ideal dalam berhijab, yakni khimar (biasa disebut jilbab) yang menutup kepala hingga dada (Q.S. 24:31) dan jilbab yang menutup seluruh anggota tubuh,” ujar Destya, ketua pelaksana acara.

DSC_0024.jpgSementara artis Shiren Sungkar mengatakan bahwa intensitas menggunakan hijab semakin meningkat, maka perlu menggoreksi diri kembali yang berjihab maupun yang belum berhijab. Jangan sampai ibadah yang dilakukan itu sia-sia atau perkara mengikuti zaman. Memiliki landasan menggunakan hadist ulama dan karena itu kita tidak menghilangkan ekstensi dari kebaikan yang telah kita lakukan.

“Berhijab itu sebenarnya kewajiban, jadi mau panjang atau pendek kerudung itu tergantung seseorang dan aku tidak ingin mengomentari karena aku sendiri belum sempurna jilbabku. Semua orang butuh proses yang penting kita menghargai proses seseorang menuju ketakwaan. Tapi kalau ada yang mengasih kebaikan ya didengerin,” ujar Shiren pada sesi acara..

Shiren juga menyampakan harapannya agar kedepannya acara-acara serupa ini bisa digelar di kampus lainnya.

“Saya senang, bisa sharing dengan orang disini sangat banyak mengisi inspirasi buat aku. Mudah-mudahan acara ini lebih banyak diadakan dikampus lain. Harapan ku, mudah-mudahan acara ini terus ada setiap tahun di beberapa kampus karena banyak mahasiswa yang membutuhkan,” tuturnya. (Nira/DepokPos)

Komentar

komentar