Beranda Dunia Kampus Pendidikan Tinggi Vokasi Perlu Revitalisasi

Pendidikan Tinggi Vokasi Perlu Revitalisasi

 Konferensi Pers Kongres Kongres Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) III 2016 yang dilaksanakan di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (7/11). (Foto: Ria/Depokpos)
Konferensi Pers Kongres Kongres Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) III 2016 yang dilaksanakan di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (7/11). (Foto: Ria/Depokpos)

DEPOK – Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia memerlukan revitalisasi. Para akademisi yang tergabung dalam Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) menegaskan komitmen tersebut dalam Tekad Bersama Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Universitas-Institut-Sekolah Tinggi-Akademi (UNISTA) dalam kegiatan Kongres Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) III 2016 yang dilaksanakan di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (7/11).

Ketua Program Vokasi Universitas Indonesia Sigit Prabowo Hardiwardoyo menuturkan, tekad bersama ini disepakati dengan sembilan universitas dan satu sekolah tinggi se-Indonesia. Dalam tekad bersama ini ditegaskan beberapa hal yakni meneguhkan keberadaan pendidikan tinggi vokasi di Unista yang harus dimaknai sebagai upaya pengayaan bentuk pendidikan tinggi vokasi di Indonesia sesuai UU Nomor 12 Tahun 2012, menjadikan FPTVI sebagai mitra pemerintah sebagai alat pemersatu penyelenggara pendidikan tinggi vokasi, menghimpun sinergitas semua unsur penyelenggara pendidikan vokasi, menjadikan pendidikan vokasi berorientasi peningkatan kewirausahaan, memperkuat ideologi anak didik untuk siap kerja.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Seminar EkonomI Lintas Negara

“Merupakan suatu tantangan bagi kami yang juga sudah pernah kami bicarakan juga bersama dengan Dirjen Tenaga Kerja di Kementerian Tenaga Kerja bahwa tenaga kerja dari lulusan vokasi adalah mereka yang siap kerja dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” tutur Sigit Prabowo.

Dikatakan Sigit, selama ini masih muncul anggapan bahwa perusahaan hanya akan melirik tenaga kerja lulusan jenjang strata satu (S1) padahal tidak semua posisi pekerjaan cocok untuk dilakukan oleh lulusan S1. Banyak posisi pekerjaan yang justru tepat jika diisi oleh tenaga kerja dari lulusan vokasi.

“Perguruan tinggi dan industri harus dapat merumuskan saat proses rekrutmen, kebutuhan perusahaan seperti apa dan mahasiswa seperti apa yang dirasakan tepat untuk mengisi posisi di rekrutmen tersebut. Jadi lulusan vokasi bisa langsung terserap di dunia kerja,”papar Sigit.

BACA JUGA:  Ekspansi IsEF SEBI, Launching Sekolah Binaan di Madinatul Quran Depok

Diungkap Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Wikan Sakarinto, lulusan vokasi hanya perlu menunggu selama dua bulan sebelum akhirnya terserap di dunia kerja. “Serapan sangat tinggi. Bahkan sebelum lulus malah sudah dipesan oleh banyak perusahaan,” ujar Wikan.

Kekhawatiran bahwa perusahaan hanya tertarik dengan lulusan S1, kata Wikan, sebenarnya tidak perlu ditakutkan oleh para mahasiswa vokasi karena pada kenyataannya, lulusan vokasi justru banyak diburu oleh dunia kerja.

Kedepannya, Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) akan menggagas program ujian masuk bersama. “Kami akan buat seperti SNMPTN dan kami membidik siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. “Kami sedang menyusun pola seleksi nya seperti apa. Lulusan SMK perlu diberi ruang untuk naik ke pendidikan yang lebih tinggi. Kami juga akan berlakukan jalur undangan seperti SNMPTN bagi siswa SMK,” tutur Sigit Prabowo.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Gandeng 20 Mitra Usaha Fasilitasi Kartu Identitas Anak

Sementara itu, Ikatan keluarga Mahasiswa Vokasi seluruh Indonesia menyepakati tekad bersama yang dirumuskan dalam Kongres ini. “Kami mendorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi agar dapat membantu pendidikan vokasi sesuai dengan yang tercantum di dalam Undang-undang Perguruan Tinggi. Kami juga ingin Pendidikan Vokasi didekatkan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Tenaga Kerja sehingga dapat saling membantu dan terkoneksi untuk penyerapan tenaga kerja dari vokasi,” papar Arsyadi Ahmadi dari jurusan Teknologi Jaringan Universitas Gadjah Mada. (RIA/ DEPOK POS)

Komentar

komentar