Pemkot Depok Ajak Masyarakat Pilah Sampah Melalui Program “Ketuk Pintu”

Mohammad Idris

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah rumah tangga dalam upaya menjadikan sebagai kota yang terbebas dari sampah. Pemkot me-launching program “Ketuk Pintu”, Jumat (4/11/2016). Program “Ketuk Pintu” ini merupakan program dengan mendatangi rumah warga dan mengajak mereka untuk memilah sampah dan mengolahnya.

“Kami melakukan aksi `Ketuk Pintu` mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan mengolahnya,” kata Wali Kota Depok Muhammad Idris disela-sela acara `Ketuk Pintu` di Depok.

Program “Ketuk Pintu” ini merupakan program dengan mendatangi rumah warga, pertokoan untuk mengajak mereka memilah sampah dan mengolahnya.

Idris mengatakan timbunan sampah telah menjadi masalah besar, sehingga perlu upaya pengurangan sampah dari hulunya dan untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Untuk itu kata dia pemerintah mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, tanam dan pelihara pohon, pilah lima jenis sampah yaitu organik, basah, organik kering, anorganik, residu dan B3.

Selain itu juga untuk mendukung penggunaan kantong plastik tidak gratis dan menghindari penggunaan styrofoam untuk wadah dan kemasan makanan atau minuman.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Kania Parwanti mengatakan selama ini sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga, sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan,” kata Kania.

Ia mengatakan untuk sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sedangkan sampah nonorganik, seperti plastik, kertas, beling atau kaca, kaleng, dan lain-lain, dapat didaur ulang kemudian ditabung di bank sampah.

Untuk ia berharap berharap kebersihan dan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dimiliki seluruh lapisan masyarakat.

“Kami harap kebersihan menjadi kebiasaan dan gaya hidup yang akan menjadi hal yang positif bagi lingkungan,” katanya.

Selain mendatangi rumah warga, Walikota dan Wakil juga menyambangi minimarket guna untuk mensosialisasikan Perwa nomor 58 tahun 2016 tentang Pengurangan Sampah melalui Pengurangan Penggunaan Kantong Belanja Plastik dan Wadah/kemasan makanan dan minuman.

“Kemarin sempat ada keluhan bahwa plastik berbayar menyebabkan konsumen berkurang, tapi omongan tersebut tidak terbukti. Justru Pemkot Depok malah ingin budayakan pemahaman bahwa sampah plastik ini berbahaya bagi lingkungan,” ujar Idris.

Dirinya menegaskan bahwa saat ini Depok sudah memiliki Perda yang membahas hal tersebut, jadi untuk para minimarket dan retail yang menyediakan kantong plastik tetap harus memberlakukan harga. Nantinya, harga tetap sebesar Rp200,00 yang nantinya akan menjadi miliik perusahaan tersebut.

“Nantinya keuntungan dari plastik berbayar ini untuk si Perusahaan, kami tidak meminta bagian. Secara masif kami lakukan surat edaran mengenai Perwa ini agar dapat sampai ke pemilik minimarket dan retail yang ada di Depok” pungkasnya.

Komentar

komentar