Harga Obat Untuk Kanker Paru Rp600 Ribu per Butir

Dokter Spesialis Paru Elisna Syahruddin P.hD, S.pP saat Seminar Lung Cancer di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok. Senin (14/11/2016). (Foto: San/Depokpos)

Kanker paru bisa dicehgah dengan berhenti merokok.

DEPOK – Kanker menjadi penyebab kematian nomor tiga terbanyak se-Indonesia. Dana yang dikucurkan untuk pengobatan penyakit kanker yang harus ditanggung pemerintah juga terbilang besar yakni mencapai Rp2 Triliun per tahun.

Salah satu kanker yang kini mengalami peningkatan jumlah penderita dalam 10 tahun terakhir adalah kanker paru. Kanker paru cenderung diderita oleh para penduduk di negara berkembang.

Dari data World Health Organisation (WHO), jumlah penderita kanker paru dari seratus ribu orang tercatat ada 40 orang yang terkena kanker paru. Dari jumlah tersebut, 75 persennya adalah perokok.

“43 persen penyakit kanker bisa dipotong dengan pola hidup sehat. Tidak merokok dan diet serta olahraga,” ujar Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Soehartati Gondhowiarjo dalam acara Seminar Edukasi Lung Cancer Awareness di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Jawa Barat, SeninĀ (14/11).

BACA JUGA:  Wali Kota Lantik Sejumlah Pejabat Baru di Lingkungan Pemkot Depok

Diungkap Soehartati, terdapat tiga faktor risiko penyebab penyakit kanker yakni merokok, laki-laki dan berusia 40 tahun ke atas. Menghentikan kebiasaan merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah kanker paru.

Seminar Edukasi Lung Cancer Awareness di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok. (foto: San/Depokpos)

Demografi Indonesia yang berbentuk kepulauan juga menjadi faktor yang mempersulit pemberantasan penyakit kanker paru. “Tidak mudah mengurus rakyat di 17 ribu pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. Apalagi Growth Rate Indonesia terus naik. Pada tahun 2035 jumlah penduduk di Indonesia diperkirakan mencapai 305 juta penduduk. Jumlah penderita kanker paru pun dapat terus bertambah,” tutur Soehartati.

BACA JUGA:  Maksimalkan Pelayanan, PDAM Depok Kembangkan Sistem Online

Dokter Spesialis Paru Elisna Syahruddin P.hD, S.pP dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan menuturkan, dokter spesialis paru biasanya mendeteksi penyakit paru melalui batuk, batuk berdarah, sesak nafas dan muntah darah.

“Dari keempat gejala itu bisa terdeteksi. Oleh karena itu bagi Anda pria dan sudah berusia 40 tahun ke atas dan merupakan perokok aktif maka ada baiknya Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit paru untuk melakukan check up satu tahun sekali. Apalagi jika Anda terus menerus batuk tak sembuh-sembuh,” papar Elisna.

Penyembuhan yang paling efektif untuk kanker paru adalah dengan melakukan pembedahan. Elisna menegaskan agar pasien tidak takut saat harus menjalani bedah paru.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Adakan Bimtek Administrasi RT, RW dan LPM

“Kebanyakan pasien takut saat harus dibedah paru-parunya. Begitu pula dengan pihak keluarganya. Padahal ini cara paling efektif untuk menyembuhkan kankernya,” kata Elisna.

Selanjutnya, kanker paru bisa diatasi dengan kemoterapi, radioterapi, dan meminum obat kanker yang harganya tidak murah. Yakni mencapai Rp600 ribu per butir dan harus dimakan setiap hari.

“Intinya kita semua bisa terhindar dari kanker paru asal setop merokok. Para perokok aktif juga harus sadar agar mereka tak membiarkan orang lain menghirup asap dan menjadi perokok pasif yang juga rentan terkena kanker paru,” tutur Elisna. (Ria/Depokpos)

Komentar

komentar