Cerdas Bersosial Media

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Media sosial sekarang ini banyak macamnya, seperti instagram, path, facebook, twitter, dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat sekarang ini makin mudah untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Tingkat kepemilikan gadget warga yang meningkat pada zaman sekarang juga mempengaruhi penggunaan sosial media.

Dahulu, sosial media yang sering digunakan hanyalah email itu pun digunakan bagi kalangan pekerja saja, sekarang siapa pun bisa mengakses informasi yang disediakan oleh sosial media.

Waktu bersosial media juga hampir mengalahkan waktu kerja dalam sehari. Setiap detik masyarakat memperbarui informasi melalui social media.

BACA JUGA:  Semangat Juang Pedagang Kue

Menurut Rendy (23), ia membuka social medianya bisa lebih dari dua puluh kali sehari. Mengetahui berita terkini dan untuk lebih mengetahui issue yang sedang hangat adalah alasannya menggunakan sosial media.

Saking mudahnya masyarakat mengakses sosial media, informasi yang diterima juga beragam dan kadang mengandung unsur provokasi yang berusaha menjatuhkan kalangan tertentu. Ini bisa mengakibatkan perbedaan pendapat dalam masyarakat sehingga dapat memecah belah suatu kelompok tertentu. Social media seharusnya digunakan untuk media dakwah dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bukan malah sebaliknya.

BACA JUGA:  Menjadi Seorang Entrepreneur

Seperti yang terjadi baru-baru ini, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama yang terjadi karena video yang diunggah dalam social media. Banyaknya perbedaan pendapat memecah belah menjadi kubu yang membela dan menyalahkan, yang puncaknya terjadi dalam aksi damai pada 4 November lalu.

Oleh karenanya, masyarakat dituntut untuk bisa lebh cerdas dalam bersosial media. Menyaring informasi yang diterima sangatlah diperlukan, jangan mudah emosi ketika membaca suatu informasi yang tidak sesuai normanya tanpa mengetahui sumbernya yang jelas.

BACA JUGA:  Semangat Juang Pedagang Kue

Untuk pengguna sosial media juga diharapkan untuk tidak menulis kata-kata yang mengandung unsur SARA atau menjatuhkan suatu kubu tertentu yang bisa menimbulkan reaksi negatif orang banyak. Mari ciptakan suasana Indonesia yang aman, nyaman, dan damai tanpa adanya perpecahbelahan yang terjadi pada masyarakatnya sendiri. (Alfia Fadilla)

Komentar

komentar