Begini Kata Dewi Hughes Tentang Penampilan dan Profesinya Sebagai Hypnotherapist

repost_temp copy.JPG

DEPOKPOS – Lama tak terdengar kabar dan sempat menghilang dari layar kaca, Dewi Hughes Presenter Talkshow hiburan yang selalu happy ini akhirnya bermain di layar lebar. Dijumpai di sela-sela Press screening film “Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu” Senin (21/11/2016), di Blitz Grand Indonesia Jakarta Hughes pun dengan ramah menjawab keterlibatannya dalam film tersebut dan banyak orang pangling melihat Hughes yang kini sangat berbeda penampilannya lebih ramping.

“Biasanya hanya cameo, baru kali dapat peran jadi pembantu syuting sekedar akting tapi sekarang seperti ambil kursus akting tapi lihat hasilnya puas. Awalnya diet saat syuting di Padang ini terasa berat harus naik turun tangga, apalagi di rumah gadang tinggi. Lucu juga karena banyak dari mereka yang tidak ngenalin, dengan konsumsi sayur dan buah-buahan saya sudah berubah turun 40 kg, selama delapan bulan sekarang berat badan saya sudah 90 kg ternyata keliatan banget,” jelas Hughes khusus kepada Depok Pos.

BACA JUGA:  #Amazing15GlobalTV Perayaan HUT ke-15 GolbarTV Manjakan Pemirsa

Lebih lanjut Hughes menjelaskan bahwa perubahan pada dirinya, menurutnya tidak merasakan apa-apa dan rasanya jadi dirinya sendiri, tidak jadi orang baru. Kenyataannya mereka melihat Hughes benar-benar baru beda. Orang banyak yang terinspirasi karena ia juga buat youtube channel sendiri namanya hughes hypnotherapy. banyak yang memberikan input kepada Hughes, selain mereka terinspirasi apa yang telah dilakukan dan mereka mengikuti pola hidup sehatnya.

Kesibukan lain bagi Hughes yang mempunyai nama lengkap Desak Made Hugeshia Dewi ini, sudah dua tahun membuka praktek Hypnotherapy. Hypnotherapy itu adalah sebuah metode yang dipakai untuk masuk ke alam bawah sadar seseorang ke memori-memori di masa lalu. Bagi Hughes, Hypnotherapy bukan hal yang baru. Setelah lulus dari S1 (Psikologi), Hughes melanjutkan S2 (Komunikasi) dan akhirnya menjadi konsultan dan instruktur Hypnotherapy.

BACA JUGA:  Antusias Penonton One Fine Day Sangat Tinggi, Undang Perhatian Remaja

“Saya seperti konseling menerima pasien, karena dilihat saya langsing banyak yang hpynosliming. Hpnotherapy itu pekerjaan yang pakai hati jadi menolong orang itu harus benar-benar, dan sungguh-sungguh agar mendapat hasil maksimal. Meski ada charge, agar mereka komitmen kalau gratis tidak komitmen. Ada juga orang tua dan anak yang menderita autism biasanya membawa anaknya ke tempat saya biasanya orangtuanya yang di therapy,” ungkap Hughes.

Ketika ditanya mana lebih enjoy menjadi Presenter, main film atau menjadi guru? Hughes dengan senyum mengomentari, kalau film asal perannya tidak banyak ia menerima. Menurut Hughes film itu komitmen tinggi dan loyalitas, serta totalitas. Justeru menjadi presenter dirinya lebih enjoy. Hughes mengakui jika mendapat peran menangis ia sulit untuk menangis. Karena pembawaannya sudah happy, ditambah positif thinking.

BACA JUGA:  Film WAGE Ciptakan Semangat Kebangsaan Generasi Milenial

“Habis perankan menangis saya kena pilek, saya buru-buru hypnotherapy lagi karena saya tidak suka menangis. Saya lebih enjoy menjadi narasumber, kalau bicara bisa seharian mengajarpun bisa dari pagi sampai malam dan mengajar sendirian enjoy tuh. Selain itu saya juga mengajar di sebuah kampus dan pembicara di seminar-seminar,” kata Hughes yang juga kepala jurusan di STIK InterStudi mengakhiri wawancaranya. (BKarmila/Depokpos).

Komentar

komentar