Abdullah Habibi: Penggunaan SDA, Konsumen Wajib Bertanggung Jawab

(Foto: Triditrarini/DepokPos)
(Foto: Triditrarini/DepokPos)

DEPOK – Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam dan memiliki potensi dalam sektor kelautan dan perikanan. Namun sebuah potensi dapat hilang apabila dalam penggunaan sumber daya alamnya dilakukan secara berlebihan. Demikianlah sejalan dengan pembahasan Marine Talk “Perikanan Tuna Indonesia Berbasis Ekologi Berkelanjutan: Sertifikasi Ekologi” yang diusung oleh SIGMA B-UI pada Sabtu, (19/9).

Bertempat di GD. COE Pertamina FMIPA UI (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia), Abdullah Habibi dari World Wildlife Fund Indonesia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan dan pengelolaan Sumber Daya Alam. Ungkap Habibi, apa yang manusia lakukan dapat berkontribusi terhadap perusakan atau keberlanjutan Sumber Daya Alam ke depannya.

BACA JUGA:  Madrasah Aliyah TechnoNatura Depok Menang di Kompetisi Robot Dunia

“Jangan kemudian berpikir, ah saya kan hanya beli ikan karang, tapi ikan karang yang kalian beli itu juga berkontribusi pada penangkapan dengan netrasi fisik,” katanya Sabtu, (19/9).

Selain itu, Habibi juga mengatakan bahwa selama ini selalu ada pemikiran bahwa kapal-kapal industrilah yang menghancurkan sumber daya alam. Kapal-kapal itu ukurannya kecil, tetapi jumlahnya banyak, jadi kalau hal ini tidak dikelola dengan baik maka akan kacau juga. Sehingga dalam hal ini langkah dan dukungan dari pemerintah sangat diperlukan.

BACA JUGA:  Tingkatkan Mutu Pelayanan, PDAM Depok Susun Rencana Kerja Hingga 2021

Terakhir Habibi mengingatkan, “kita adalah konsumen, dan konsumen wajib bertanggung jawab terhadap Sumber Daya Alam,” tutupnya. (Triditrarini/DepokPos))

Komentar

komentar