Beranda Hiburan Ully Sigar Rusady Berharap Filmnya Bisa Diputar di Bioskop

Ully Sigar Rusady Berharap Filmnya Bisa Diputar di Bioskop

Ully Sigar Rusady berfoto bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Ibu Lily Wahid (Dewan Kreatif Rakyat) (foto: Indra Patrick Sigar)
Ully Sigar Rusady berfoto bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Lily Wahid (Dewan Kreatif Rakyat) dan Sarwono (eks Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan). (foto: Indra Patrick Sigar)

Dalam merayakan hari Perdamaian Sedunia, dan Hari Kemanusiaan Sedunia IFFPIE (International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality) dan WHA (World Humanitarian Awards) menggelar Malam Puncak Penghargaan dengan mengusung tema: “Environment For Peace and Humanity” bertempat di Auditorium Manggala Wanabhakti KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) pada Senin (19/9/2016) Jakarta.

Ully Sigar Rusady, selaku Seniman, Aktivis Lingkungan Hidup & Kemanusiaan menanggapi event ini meski diundang mendadak ia sangat surprise dan mempunyai harapan besar karena dunia mengapresiasi film lingkungan hidup. Sebagai contoh sudah 36 tahun Ully Sigar membuat film yang bertema lingkungan hidup, menurutnya sulit mendapatkan kesempatan yang baik seperti ini.

BACA JUGA:  Antusias Penonton One Fine Day Sangat Tinggi, Undang Perhatian Remaja
Ully Sigar Rusady, Seniman, Aktivis Lingkungan Hidup & Kemanusiaan (Foto: Karmila/Depokpos)
Ully Sigar Rusady, Seniman, Aktivis Lingkungan Hidup & Kemanusiaan (Foto: Karmila/Depokpos)

“Alhamdulillah film saya yang berjudul: ‘My Journey Mencari Mata Air’ mendapatkan penghargaan dari Luar Negeri sebanyak 16 buah. Saya senang orang Luar menghargai film saya, acara malam ini saya melihatnya mengapresiasi saja karena berarti orang-orang sudah mulai menitik beratkan perhatian terhadap film lingkungan hidup,” ucap Ully Sigar Rusady yang akrab disapa bunda ini kepada Depokpos.

Sejak diluncurkan film ‘My Journey Mencari Mata Air’ pada 22/4/2016 yang diproduseri oleh Ully Sigar Rusady sampai kini film tersebut belum dapat schedule tayang di bioskop. Pendapat Ully Sigar tentang hal ini ia tidak kecewa tapi sangat menyayangkan, dikarenakan film ini adalah film pendidikan, dan film lingkungan hidup yang anak-anak harus banyak menerima informasi. Dan film ini sangat penuh dengan informasi.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Seminar EkonomI Lintas Negara

“Disini saya bukan kecewa, tapi menyayangkan seharusnya film ini didukung oleh setiap kalangan. Karena film lingkungan hidup yang saat ini, orang menghargai film untuk dunia. Saya berharap, agar film yang kami buat, yaitu ‘My Journey Mencari Mata Air’ juga mendapat Penghargaan dalam bentuk mendapat kemudahan diputar dibioskop-bioskop,” kata Ully Sigar Rusady penuh harap.

Ully Sigar Rusady berfoto bersama pada sineas di atas panggung (foto: Indra Patrick Sigar)
Ully Sigar Rusady berfoto bersama pada sineas di atas panggung (foto: Indra Patrick Sigar)

Menanggapi hal ini Damien Dematra selaku founder dan director festival perdamaian dan kemanusiaan tentang film ‘My Journey Mencari Mata Air’ belum dapat schedule tayang mengatakan, “Saya no koment karena sudah banyak keluhan dari banyak orang, betapa sulitnya film yang bertema sosial untuk bisa tayang. Ini butuh dukungan dari semua pihak, ini bukan kerjaan satu atau dua orang. Tidak bisa kita minta pemerintah saja, semua orang harus punya kesadaran,” jelas Damien. (Karmila/Depokpos)

BACA JUGA:  Rumah Zakat Depok Gelar Kelas Melukis Untuk Lansia

Komentar

komentar