Pemkot Akan Gandeng Institut Musik Jalanan Bina Pengamen Kota Depok

Walikota dan Wakil Walikota Depok bernyanyi dengan diiringi oleh musisi dari Institut Musik Jalan. (san)
Walikota dan Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna bernyanyi dengan diiringi oleh musisi dari Institut Musik Jalan. (san)

Depok – Musisi jalanan di Kota Depok boleh tersenyum lega, pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen menyambut baik usulan dari pegiat Institut Musik Jalanan (IMJ), Andi Malewa, tentang “Kartu Bebas Ngamen”.

Ditemui saat peringatan acara Maulid Nabi dilapangan Balaikota Depok hari ini, Kamis (25/2), Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan kepada Depokpos bahwa dirinya  menyambut baik hal tersebut dan mengatakan bahwa ide ini adalah sebuah ide yang sangat bagus.

“Ini adalah sebuah ide segar, ide yang sangat bagus yang rasanya belum dimiliki kota lain,” kata Pradi.

Lebih lanjut Pradi memuji apa yang dilakukan para pegiat di IMJ yang telah memperkenalkan Kota Depok lewat seni.

“Inilah yang kita inginkan, ide-ide kreatif yang memang dimunculkan oleh anak-anak muda kreatif. Apalagi sudah bisa memperkenalkan Kota kita melalui seni dengan membangun sebuah Institut, ini luar biasa,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah program ini akan terealisasi, Wakil Walikota yang menjadi pasangan dari Idris Abdul Shomad ini mengiyakan dengan mantap.

“Ya Insya Allah. Yang pasti saya mau beli kasetnya hari ini,” ujarnya tepat didepan stand IMJ dan langsung memborong CD album milik musisi jalanan binaan IMJ.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat membeli CD album IMJ. (san)
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat membeli CD album IMJ. (san)

Sementara pendiri IMJ, Andi Malewa, mengatakan kepada depokpos bahwa dirinya dalam beberapa waktu terakhir sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait di Pemkot Depok tentang realisasi program “Kartu Bebas Ngamen” yang dinamakan Depok Super Card (Support Performer Card).

“Betul kita sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk teknis penerapan super card ini,” ujar Andi.

Andi menjelaskan Super Card ini nantinya akan dipegang oleh seluruh musisi jalanan atau yang biasa disebut pengamen di Kota Depok.

Program ini sedianya adalah sebuah bentuk kerja sama antara Pemkot Depok dan Institut Musik Jalanan untuk  membina para pengamen di Kota Depok agar mendapatkan pelatihan lebih lanjut. Pelatihan yang dimaksud meliputi performa dan attitude (tingkah laku).

“Teknisnya mungkin nanti ketika ada pengamen yang terkena razia, akan diserahkan ke IMJ untuk dibina dan mendapat pembekalan lanjutan. Pembekalannya sendiri berupa pelatihan bermusik dan etika,” lanjut Andi.

Setelah selesai mendapatkan pembinaan di IMJ, para pengamen ini nantinya akan mendapatkan Super Card ini dan rencananya akan disediakan tempat untuk tampil di kafe-kafe yang ada diseputar Kota Depok.

“Kita harap setelah satu tahun pelatihan intensif, anak-anak yang tadinya cuma tampil di angkot, bis atau lampu merah ini bisa perform ditempat-tempat yang lebih layak seperti kafe-kafe diseputar Depok,” terangnya.

Andi sendiri menargetkan semua musisi yangg dibina di IMJ akan menelurkan albumnya sendiri. Saat ini IMJ sudah melahirkan dua album kompilasi yang bertajuk #KalahkanHariIni dan #Cerah yang didistribusikan keseluruh nusantara bahkan luar negeri. (san)

Comments

comments