KPU Depok Serahkan Data Sumbangan Paslon Untuk di Audit

Dimas-Babai-dan-Idris-Pradi-Duel-di-Pilkada-Depok-2015

Komisi Pemilihan Umum Depok menyerahkan data sumbangan yang diterima kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok untuk diaudit oleh akuntan publik, Senin (7/12/2015).

Ada dua akuntan publik yang akan mengaudit daftar sumbangan yang diterima oleh para paslon, dan keduanya diberikan tenggat waktu kerja selama 15 hari.

Komisioner KPU Depok Ahmad Arif mengatakan, kedua pasangan calon telah menyerahkan daftar sumbangan kampanye kepada KPU, Minggu (6/12/2015).

Penyerahan laporan sumbangan kampanye kedua paslon telah sesuai aturan, yakni maksimal satu hari setelah masa kampanye usai.

“Dalam masa audit ini kami belum bisa memaparkan secara detail daftar sumbangan kampanye kedua paslon,” katanya di sela-sela serah terima laporan kepada akuntan publik.

Namun, secara garis besar, pasangan calon nomor urut satu Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi, melaporkan dana sumbangan kampanye sebesar Rp 620 juta.

Pasangan nomor urut dua Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna melaporkan dana sumbangan kampanye sebesar Rp 838.076.000 kepada KPU Depok.

Menurut Ahmad, nominal dana kampanye tersebut sumbernya ada dua, yakni dari barang yang dikonversikan ke nilai Rupiah serta uang.

Dari kedua paslon, dia mengatakan, pasangan Dimas-Babai terhitung paling banyak melaporkan dana sumbangan kampanye yang bersumber dari barang. Sementara pasangan Idris-Pradi lebih banyak dalam bentuk uang.

“Barang yang dimaksud, kebanyakannya souvenir seperti mug atau kaos. Ada juga yang termasuk perlengkapan kampanye rapat tertutup, dan konsumsi,” katanya.

Dia mengatakan, tujuan audit adalah untuk memenuhi penilaian terhadap kedua paslon dalam mematuhi kaidah kampanye, terutama penggunaan dana kampanye berdasarkan PKPU No 8 Tahun 2015.

Salah satu poin aturan dalam PKPU No 8 adalah batas penerimaan sumbangan perorangan sebesar Rp 50 juta dan kelompok/badan hukum swasta sebesar Rp 500 juta.

Komentar

komentar