Kalah di Hitung Cepat, Babai Salahkan KPU

Pasangan Calon No. 1, Dimas-Babai didampingi Hendrik Tangke Alo, Ketua DPC PDIP Kota Depok saat berorasi.
Pasangan Calon No. 1, Dimas-Babai didampingi Hendrik Tangke Alo, Ketua DPC PDIP Kota Depok saat berorasi pada kampanye Pilkada Depok. (Dok depokpos)

Depok, Kamis (10/12) – Hasil penghitungan cepat dibeberapa lembaga survei menetapkan pasangan calon nomor urut 2 Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna mengungguli lawannya Dimas Okky Nugroho dan Babai Suhaimi dalam perhelatan Pilkada Depok.

Menanggapi hal ini, Calon Wakil Walikota Babai Suhaimi justru menuding bahwa KPU Depok lah yang menjadi sumber utama penyebab kekalahannya.

Babai neranggapan dalam pelaksanaan ini pihaknya banyak dirugikan oleh KPU Depok

“Banyak kegiatan yang dilakukan KPU Depok, justru lebih menguntungkan lawan. Ada banyak kecurangan yang ditemukan oleh tim sehingga pasangan incumbent lebih banyak diuntungkan,” kata Babai dikutip wartakota, Kamis (10/12).

Menurutnya saat ini timnya tengah mengumpulkan bukti-bukti adanya kecurangan dalam Pilkada Depok ini.

“Kami akan sikapi setelah mengumpulkan bukti-bukti,” katanya.

Babai mengaku sejak awal kecewa dengan pelaksanaan Pilkada Depok ini. Ia mencontohkan dalam pemasangan dan penyebaran alat peraga kampanye (APK) oleh KPU Depok, dalam beberapa hal merugikan pihaknya dan menguntungkan pihak Idris-Pradi.

Sebab di beberapa lokasi, kata Babai alat peraga miliknya dipasang tidak lengkap.

“Alat peraga lawan lengkap, sementara kami tidak. Ini tidak adil. Selain itu ada isu SARA soal spanduk pembangunan gereja yang sangat merugikan dan memukul kami. Isu ini lalu disebarkan melalui media sosial,” kata Babai.

Komentar

komentar