Hindari Antrian, RSUD Depok Buka Pendaftaran SMS Online

RSUD Kota Depok
RSUD Kota Depok

Depok, Jum’at (11/12) – Guna menghindari pasien menginap di pelataran rumah sakit untuk mendapatkan nomor antrean, pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Depok melakukan terobosan dengan menerapkan sistem pendaftaran melalui pesan singkat (short message service/SMS) online. Ini dilakukan karena menumpuknya antrean berobat di rumah sakit pelat merah tersebut.

Direktur RSUD Kota Depok, Dewi Damayanti mengatakan, pendaftaran sistem online ini diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean pasien. Terlebih, banyak pasien yang mengantre sejak subuh, padahal loket pendaftaran belum buka. “Jadi, sistem SMS online ini menghindari penumpukan saja karena bisa mengganggu aktivitas,” ujar Dewi Damayanti kepada wartawan, Selasa (8/12).

BACA JUGA:  Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech"

Ia mengatakan, dengan sistem pendaftaran ini, pasien tidak perlu mengambil nomor antrean di loket. Kuota pendaftaran ini sengaja dibatasi karena masih dalam percobaan. Namun, belum diketahui pasti berapa jumlahnya. Aktivasi pun cukup mudah dengan ketik daftar, lalu akan ada notifikasi nomor registrasi. “Awalnya, SMS online bagi pasien yang pernah berobat ke RSUD Kota Depok.

Bila sudah berjalan dengan lancar dan stabil, perkembangan berikutnya diharapkan seluruh pasien baik yang lama maupun baru dapat mendaftar melalui SMS online ini,” tuturnya. Menurut Dewi, meski menerapkan sistem online, sistem manual tidak akan dihilangkan. Itu karena pasti masih banyak pasien yang memilih mendaftar secara manual.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

Terbatasnya jumlah dokter bedah dan minimnya ruangan perawatan di RSUD ini, pasien tak mampu peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ingin berobat gratis di RSUD Depok, harus antre 10 jam lebih untuk mendapatkan layanan. “Memang benar, pasien yang antre adalah yang memerlukan tindakan operasi. Hal itu karena jumlah dokter bedah di RSUD Depok hanya satu orang,” ucap Dewi.

Jumlah pasien yang memerlukan tindakan medis operasi setiap harinya dibatasi yakni hanya 30 pesien. Pelayanan jenis penyakit lain, setiap harinya bisa mencapai 150 pasien. “Jadi, kami bukan mempersulit pasien tidak mampu. Hal itu disebabkan jumlah tenaga medis yang terbatas,” tuturnya.

BACA JUGA:  Diskusi Ringan Kepala Bappeda dan Sekber Wartawan Depok, Dari Sampah Hingga Smart City

Komentar

komentar