Awal 2016, Petugas Tiket Commuter Line Diganti Mesin

208757_620.jpg

Jakarta (28/12) – PT KAI Commuter Jabodetabek mengeluarkan inovasi baru berupa mesin penjualan (vending machine) untuk memudahkan transaksi tiket calon penumpang. Mesin ini dilengkapi fitur layanan isi ulang (Top Up), Kartu Multi Trip (KMT), layanan Pembelian Tiket Harian Berjamin (THB), layanan isi ulang dan pengembalian uang jaminan.

“Vending machine ini akan berbeda dengan Train Ticketing Machine (TTM) karena vending machine yang baru ini bisa menggantikan keseluruhan tugas penjaga loket, mulai dari beli tiket hingga hingga refund uang,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Commuter Jabodetabek Muhammad Nurul Fadhil, Senin, 28 Desember 2015.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

Fadhil memambahkan, dalam melayani KMT, vending machine ini bisa menerima uang kertas pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu. Sedangkan untuk THB terdapat dua layanan yaitu untuk uang kertas pecahan Rp 2000, Rp 5000, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu. Uang koin Rp 500 dan Rp 1000 juga diterima. “Vending mesin bisa terima duit dan bisa mengeluarkan duit kertas maupun logam,” ujar Fadhil.

Ketika vending machine mulai banyak, kata Fadhil, KCJ akan mengurangi petugas di loket tiketnya. Para petugas tersebut akan dipindah posisinya untuk melayani masyarakat yang transaksi ke vending.

BACA JUGA:  Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech"

KCJ akan memasang 15 unit vending machine di sejumlah stasiun di antaranya Jakarta Kota, Juanda, Manggarai, Sudirman, dan Bogor. “Minggu depan kami pasang vending machine di Manggarai dan Sudirman masing-masing dua,” ujar Fadhil.

Perusahaan ini memasang target pada Januari 2016 akan ada 50 unit vending machine di beberapa stasiun KRL. Jumlah ini bakal bertambah pada Juni 2016 menjadi 100 unit.

Selain inovasi vending machine, pada 2016 KCJ menargetkan melayani 258 juta penumpang. Untuk itu, KCJ hanya memanjangkan rangkaian kereta. Menurut Fadhil, KCJ juga mempertimbangkan beberapa pembangunan stasiun baru pada tahun depan. “Kami enggak akan nambah perjalanan, hanya disiasati dengan penambahan rangkaian kereta,” ujarnya.

BACA JUGA:  Majelis Ta’lim Nurussyabaab Panmas Komitmen Rangkul Anak Muda

Komentar

komentar