UI Siap Bantu Bangun Depok jadi Kota Percontohan

2006121715160301_DEPOK-JUANDA-1

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Mohammed Ali Berawi menyatakan, UI siap membantu Pemerintah Kota Depok untuk membangun kota tersebut menjadi kota percontohan di Indonesia.

“UI tentunya selalu terbuka kepada Pemkot Depok turut serta sharing dalam membangun Depok menjadi lebih baik. Banyak aktivitas penelitian yang hasilnya ditujukan untuk masyarakat Indonesia dan tentunya juga warga Depok,” katanya, di kampus UI Depok, Senin.

Ali Berawi yang juga pakar infrastruktur turut menyoroti infrastruktur di Kota Depok. Menurutnya, dalam lima hingga 10 tahun mendatang Depok akan menjadi kota yang massive. Arah infrastruktur Depok ke depan adalah bagaimana menciptakan Sustainable City (kota berkelanjutan).

BACA JUGA:  Tak Pandang Usia, Para Murid Perguruan Islam Al Syukro Universal Bantu Rohingya

Ini artinya pembangunan jalan akan mengikuti perkembangan pengembangan wilayah tata ruang Depok sehingga nantinya aksestabilitas terbagi-bagi, tidak hanya di satu titik.

“Saat ini semuanya terpusat hanya di Margonda saja. Ke depan harapannya semua wilayah dapat pula berkembang menjadi kota yang besar,” ujarnya.

Ia mengatakan, Depok memiliki beberapa keuntungan, yakni sumber daya manusia yang berlimpah dan didukung sebagai wilayah keberadaan sejumlah universitas.

“Depok itu punya keuntungan. Anak mudanya tercatat ada 40 persen. Dengan didukung institusi pendidikan yang mumpuni, para generasi muda ini dapat menciptakan industri kreatif yang bisa diandalkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Ia berharap, nantinya ketersediaan shuttle bus yang didukung pedestrian yang baik, dapat dengan mudah ditemukan di Depok.

Margonda dalam lima hingga 10 tahun ke depan akan menjadi percontohan tempat transportasi publik dan pedestrian yang akan terintegrasi dengan kekuatan Depok seperti kota industri kreatif, katanya.

Meski demikian, pembangunan kota diharapkan tetap mempertimbangkan analisa mengenai dampak lingkungan (amdal).

“Jangan membangun apartemen atau infrastruktur lain yang tak memperhatikan amdalnya, misalnya menyerap air tanah sehingga menjadi kontra produktif untuk pembangunan,” katanya.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Komentar

komentar