Buruh Depok Demo, Jalan Raya Bogor Macet

Ribuan massa gabungan serikat buruh se-Kota Depok konvoi menuju beberapa titik perusahaan saat aksi mogok buruh di Jalan Raya Bogor, Depok, Selasa (24/11). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ribuan massa gabungan serikat buruh se-Kota Depok konvoi menuju beberapa titik perusahaan saat aksi mogok buruh di Jalan Raya Bogor, Depok, Selasa (24/11). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Aksi demo yang dilakukan oleh beberapa serikat buruh di Kota Depok tak urung menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Bogor. Aksi yang melibatkan ribuan buruh tersebut memadati jalur yang menjadi arus utama Jakarta-Bogor.

“Hari ini, buruh yang turun di jalan ada sekitar 1.600 orang. Ada enam federasi dari 30 perusahaan. FSP MI, RTMM, Kep-Lem, SPN, Aspek Indonesia, dan FSP Farkes,” tutur salah seorang koordinator buruh Sukardi sambil sesekali menikmati minuman es kelapa di dekat Rumah Buruh, Jatijajar, Depok, Selasa (24/11).

Selain itu, lanjut Sukardi, buruh yang turun hanya merupakan perwakilan dari tiap perusahaan. Tidak semua buruh turun ke jalan.

Adapun tuntutan buruh dalam unjuk rasa tersebut yaitu, pertama; melaksanakan UMK/UMSK Kota Depok tahun 2016 sesuai dengan kesepakatan Dewan Pengupahan Kota Depok. Kedua; segera laksanakan Perda Kota Depok Nomor 10 tahun 2014 tentang Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) dan Pekerja Harian Lepas. Ketiga; stop PHK sepihak yang merugikan buruh/pekerja. Keempat; laksanakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Kebebasan Berserikat. Dan terakhir; hapus outsourcing yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012.

“Kalau semua sudah terpenuhi, tentunya kita ga akan turun ke jalan sehingga timbul kemacetan. Kita juga ga mau seperti ini,” tutupnya.

Komentar

komentar