87 Persen Warga Depok Tak Tahu Program Kerja Paslon Pilkada Depok

Ilustrasi
Ilustrasi

Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia (Puskapol FISIP UI) kemarin merilis survei yang bertema “Aspirasi Warga tentang Permasalahan Kota Menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2015”. Hasilnya sebanyak 55,3 persen warga Depok tidak mengetahui jumlah pasangan calon dalam Pilkada Depok.

Lebih mengejutkan lagi, 87 persen responden menyatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi yang memadai terkait dengan tawaran program kerja pasangan calon yang berkonsentrasi.

“87,3 persen responden menyatakan tidak pernah mendengar atau mengetahui program kerja yang dikampanyekan pasangan calon baik Dimas Oky Nugroho – Babai Suhaimi ataupun Idris Abdul Shomad – Pradi Supriatna,” ungkap Peneliti Puskapol UI Sri Budi Eko Wardani..

Bahkan sebanyak 44,8 persen responden masih belum mengetahui tanggal pelaksanaan Pilkada Depok pada 9 Desember 2015. Selain itu sebanyak 42,9 persen responden pemilih berusia 17 sampai 25 tahun menjawab salah ketika ditanyakan kapan Pilkada Depok dilaksanakan.

“Kami lakukan pengumpulan data mulai 27 Oktober sampai 6 November 2015. Secara metodologi survei ini dilakukan di 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan. Asumsi populasi pemilih adalah 1.221.981 pemilih. Jumlah responden sebanyak 630 orang dengan margin of error 3,99 persen,” kata perempuan yang akrab disapa Dani ini.

Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap proses pelaksanaan Pilkada membuat mayoritas warga masih belum mengetahui siapakah pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Depok 2015.

Namun begitu para responden menilai masalah yang harus diselesaikan oleh Wali Kota terpilih meliputi transportasi (18,53 persen), infrastruktur (16,91 persen), kesejahteraan (15,3 persen), lingkungan (14,11 persen), dan kesehatan (8,28 persen).

“Sebagian besar atau sebanyak 63,7 persen responden menginginkan agar masalah-masalah warga dapat diselesaikan dalam satu tahun masa kepemimpinan atau pada tahun pertama setelah wali kota terpilih dilantik,” kata Dani.

Dani menambahkan, tiga program prioritas yang harus diimplementasikan segera menurut responden adalah program infrastruktur (35,5 persen), kesejahteraan (23,1 persen), dan lingkungan (13,1 persen).

Komentar

komentar