Diet Kantong Plastik, Apa Itu?

Department Head of Corporate Communication & Sustainability Superindo, Yuvlinda Susanta saat berbicara pada "Diet Kantong Plastik Menuju Indonesia Bebas Sampah 2020" di FT UI Depok, Selasa (6/10/2015) | Foto: san/Depok Pos
Department Head of Corporate Communication & Sustainability Superindo, Yuvlinda Susanta saat berbicara pada “Diet Kantong Plastik Menuju Indonesia Bebas Sampah 2020” di FT UI Depok, Selasa (6/10/2015) | Foto: san/Depok Pos

Universitas Indonesia, Depok (6/10) – Kantong plastik merupakan salah satu komponen sampah terbesar. Penggunaannya yang sekali pakai membuat volumenya terus menumpuk. terpikir, kebiasaan kita memakai kantong plastik sebagai tas belanja sehari-hari itu membuat tumpukan sampah plastik makin menggunung dan memperparah kerusakan alam? Sampah plastik baru bisa terurai dalam waktu 500 hingga 1.000 tahun.

Dalam Seminar “Diet Kantong Plastik Menuju Indonesia Bebas Sampah 2020” di FT UI Depok, Selasa (6/10/2015), Department Head of Corporate Communication & Sustainability Superindo, Yuvlinda Susanta, mengatakan bahwa Superindo telah memulai kampanye kantong plastik sejak mulai 27 Januari 2006 dengan memproduksi useable bag seharga Rp5.000. Pada 2008 dibuat redesain dengan kardus agar pelanggan tertarik. Dan, sejak 2009 hingga saat ini mulai memproduksi kantong plastik pertama oxo-degradable yang mampu menampung barang hingga 10 kg.

“Kami sadar sebagai jembatan pemberian kantong plastik, makanya kami lakukan sesuatu. Di tahun pertama enggak banyak follower sehingga 2013 kami launching program insentif bagi pelanggan,” tuturnya.

Insentif diberikan jika pelanggan memilih tidak memakai kantong plastik, biayanya akan dikembalikan dalam bentuk uang tunai maupun didonasikan ke Inswa, sebuah organisasi profesi yang fokus memberikan edukasi pengelolaan limbah secara bijak. Menurutnya, dampak kampanye diet kantong plastik yang diusung Superindo terbilang luar biaa. Dari awalnya pada 2014, penggunaan 2,05 kantong plastik per transaksi kini menjadi 1,7 kantong plastik per transaksi.

“Pelanggan juga makin sadar untuk berbuat sesuatu dan berbuat lebih. Donasi yang terkumpul sampai Agustus 2015 mencapai Rp53 juta dibandingkan donasi sepanjang tahun lalu Rp71 juta,” ujarnya.

Sementara pada kesempatan yang sama,  Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo), Satria Hamid Ahmadi, mengatakan bahwa peritel yang tergabung dalam Aprindo sudah mengurangi sampah plastik yang bisa digunakan pada konsumen, di antaranya Alfamart, Superindo, dan Transmart Carrefour.

“Pro dan kontra tetap ada, tapi kami serukan kepada anggota Aprindo demi ini semua menjadi bagian dari gaya hidup dan kemaslahatan bersama. Kampanye bersama ini harus dilakukan secara masif dan konsisten. Kita harus memberikan yang terbaik bagi anak-cucu. Ini pekerjaan kita semua, di luar peritel masih banyak PR (pekerjaan rumah-red),” ungkapnya.

Komentar

komentar