Bandar Ganja Asal Depok Hadapi Tuntutan Hukuman Mati

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Depok Pos (13/11) – Jayadi, bandar narkoba yang tertangkap di Sukmajaya, Depok dengan barang bukti 145 kilogram ganja harus berhadapan dengan tuntutan pidana hukuman mati.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Abdul Kadir Sangaji, dakwaan primer pasal 114 pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang dikenakan pada Jayadi telah terbukti secara meyakinkan.

“Karena dakwaan primer telah terbukti secara meyakinkan, maka Jaksa Penuntut Umum meminta majelis hakim yang memeriksa perkara agar memutus terdakwa bersalah telah melakukan permufakatan terkait narkoba dan memutuskan hukuman mati,” kata jaksa Abdul Kadir Sangaji saat membacakan tuntutannya di Ruang sidang 5 PN Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

Pada tuntutannya, JPU menyatakan selama persidangan terdakwa memberikan keterangan yang belit-belit dan melakukan perbuatan yang melanggar program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Hal tersebut dinilai JPU sebagai hal yang memberatkan. ” dan tidak ada hal yang meringankan,” kata Jaksa Sangaji.

Jayadi yang selama persidangan hanya menatap kosong ke depan, usai dibacakan tuntutan menyatakan menyerahkan pembelaan (pledoi) kepada kuasa hukumnya, Wiradarma Harefa.

Sedangkan tiga orang terdakwa lain, Sudaryatmo, Ponto Khair Iskandar, dan Muhammad Iqbal, dalam kasus sama yang disidangkan terpisah mendapat tuntutan berbeda-beda.

BACA JUGA:  Sambut Sumpah Pemuda, OSIS SMAIT Tunas Bangsa Gelar COSMYG 2017

Sudaryatmo yang juga dinilai JPU tidak kooperatif selama persidangan karena memberikan keterangan berbelit-belit juga dituntut hukuman mati. Sedangkan Ponto Khair Iskandar dan Muhammad iqbal, berturut-turut, dihukum seumur hidup dan 20 tahun penjara.

“Selain memberikan keterangan yang berbelit-belit, Sudaryatmo juga sudah pernah dihukum untuk kasus narkotika sebelumnya,” kata jaksa Sangaji.

Menanggapi tuntutan dari JPU, Wiradarma Harefa selaku kuasa hukum keempat orang ini, menyebutkan untuk tiga orang selain Jayadi, tuntutan JPU terlalu berat. “Tiga orang tersebut hanya kebetulan berada di TKP saat Polisi melakukan penangkapan,” kata Wiradarma.

BACA JUGA:  Bela Negara Jadi Rekomendasi Utama yang Dihasilkan Halaqoh Nasional

Usai sidang tuntutan, tiga orang perempuan keluarga Sudaryatmo langsung memeluk terdakwa kasus narkotika itu sambil menangis saat berjalan ke Ruang tahanan PN Jakarta Selatan. Terdakwa kasus kepemilikan ganja ini, langsung berupaya menenangkan keluarganya. “Sudah, ini belum putusan kok,” kata Sudaryatmo

Seperti diketahui sebelumnya, Jayadi alias Aji Yahya, Sudaryanto alias Nano, Ponto Khair Iskandar, dan Muhammad Iqbal digeruduk disebuah rumah kontrakan di Sukmajaya, Depok. Empat orang itu tertangkap dengan berikut barang bukti 145 kilogram ganja.

Komentar

komentar