Serapan Anggaran Dinas Bimasda Depok Baru 10%

70293b776cf36dac0edb4b627fdaeace_400x400Depokpos – Serapan anggaran di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) serta Dinas Tata Ruang dan Permukiman masih di bawah 10% pada awal bulan ini.

Padahal, persentase anggaran di kedua dinas tersebut mencapai 60% dari total anggaran belanja langsung murni Pemkot Depok sebesar Rp 1,6 triliun.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Pemerintah Kota Depok Nuraeni Widayatti mengatakan, besarnya serapan di kedua dinas tersebut mempunyai dampak yang signifikan untuk mendongkrak total serapan belanja langsung Pemkot Depok.

Sampai saat ini, serapan belanja langsung yang dilihat dari Sistem Informasi Evaluasi dan Pelaporan (SIEP) masih 22% atau Rp 359 miliar dari total anggaran sebesar Rp 1,6 triliun.

Serapan anggaran belanja langsung pada tahun 2014, persentasenya tidak jauh berbeda. Pada tahun tersebut dan dalam periode yang sama (Januari-Agustus), serapan anggarannya sebesar 21% atau Rp 295 miliar dari total anggaran belanja langsung Rp 1,5 triliun.

Sementara persentase serapan belanja langsung Dinas Bimasda pada tahun ini masih 7% atau Rp 25 miliar dari total anggaran Rp 366 miliar, sedangkan Dinas Tata Ruang masih 9% atau Rp 28 miliar dari total anggaran Rp 320 miliar.

Menurut dia, masih kecilnya serapan anggaran di kedua dinas tersebut, karena tipe pengerjaan proyeknya selalu dilakukan menjelang akhir tahun. Pasalnya, skala proyeknya besar dan memakan waktu untuk perencanaanya.

“Sulit untuk dilaksanakan pada triwulan 1 dan 2, karena pada saat itu masih dalam proses perencanaan. Sementara untuk pelaksanaannya, justru banyak dilakukan pada triwulan 3 dan 4,” kata dia.

Oleh sebab itu, meskipun ada beberapa proyek dari kedua dinas tersebut yang terkendala, dia mengharapkan, realisasi proyek yang masih berlangsung bisa mendongkrak serapan anggaran belanja langsung pada akhir tahun ini.

“Memang kedua dinas tersebut serapannya masih kecil, tapi dari 61 OPD yang ada, sebanyak 38 di antaranya telah menyerap anggaran di atas 40%,” tuturnya.

Adapun mengenai paket pengadaan pada tahun ini, dia menyebutkan, terdapat 2.239 paket pengadaan, baik lelang dan tunjuk langsung. Nilai total paket pengadaan itu adalah Rp 1,078 triliun.

Komentar

komentar