Petisi Din Syamsuddin kepada Sekjen PBB dan Presiden RI Lampaui 306.000 Pendukung

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN)

Depokpos (28/9) – Tinggal sehari lagi diserahkan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Kii Moon, dukungan bagi Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin telah melampaui 306.530, bersaing dengan  Desmond Tutu, tokoh Afrika Selatan. Mari beri dukungan. Sebarkan!

Berikut petisi Din Syamsuddin kepada Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden RI Joko Widodo tentang Climate Change and Global Warming. Sebarkan!  http://chn.ge/1TbQC5g

Menurut Din Syamsuddin, yang juga Co-President dari Religions for Peace (RfP) ini, perubahan iklim merupakan  salah satu tantangan moral terbesar di zaman kita saat ini. Perubahan iklim mengancam keselamatan bumi dan kehidupan umat manusia, juga mengancam masa depan anak-anak dan semua makhluk yang kita sayangi. Sudah waktunya bagi kita untuk bangkit menyadari hal ini dan melakukan tindakan bersama — baik pada tingkat lokal, nasional, dan global — juga dalam kehidupan kita sehari-hari.

BACA JUGA:  80 Persen Sampah Laut Berasal dari Darat

“Sebagai warga bumi yang didorong oleh keimanan dan nilai-nilai moral, kami menyadari bahwa adalah kewajiban mendesak untuk bertindak menghadapi perubahan iklim,” ujar Din yang baru saja terpilih menjadi anggota  United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN) di markas besar PBB di New York. Sebelumnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menekankan pentingnya para pemuka agama untuk memberikan landasan etika dan teologis mengenai pentingnya menyelamatkan dan memuliakan bumi.

“Kami menghimbau Bapak berdua sebagai pemimpin untuk segera merespon terhadap ancaman perubahan iklim dan menetapkan target energi terbarukan sebesar 100% pada tahun 2050. Kita perlu tindakan berani seperti ini untuk menjaga agar kenaikan suhu global tetap berada di bawah titik kritis berbahaya sebanyak 2 derajat, untuk menghilangkan polusi karbon menjadi ke titik nol, dan untuk menginvestasikan sumber daya dalam jalur pembangunan berkelanjutan dalam rangka membangun dunia yang lebih sejahtera, inklusif dan seimbang,” pungkas Din yang juga pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) ini dalam rilis yang diterima depokpos.

BACA JUGA:  30 Tahun Kampus UI Depok, Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan

Komentar

komentar