Perahu Penyeberangan di Situ Rawa Besar, Tak Lekang Dimakan Zaman

Perahu penyeberangan di Situ Rawa besar yang terparkir sepi penumpang, Sabtu siang 26/9/2015. (Foto: san/Depok Pos)
Perahu penyeberangan di Situ Rawa besar yang terparkir sepi penumpang, Sabtu siang 26/9/2015. (Foto: san/Depok Pos)

Depokpos (26/9) – Situ seluas kurang lebih 13 hektare itu terletak tak jauh dari kantor Wali Kota Depok. Situ Rawa Besar, namanya. Dari kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, untuk sampai ke Rawa Besar, kita bisa melewati Jalan Arif Rahman Hakim.

Dari Stasiun dan Terminal Depok, sebenarnya ada jalan pintas yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Akan tetapi, jalan pintas tersebut menembus pemukiman padat penduduk yang alur jalannya berkelok-kelok dan membingungkan bagi yang tak biasa melewati kawasan Kampung Lio.

Disisi situ, masih tampak terparkir sebuah perahu penyeberangan yang oleh warga setempat biasa disebut perahu gerek. Perahu gerek menjadi transportasi alternatif warga Kampung Lio, menuju Kompleks Perumnas di Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas. Warga kampung Lio juga biasa menggunakan jasa perahu gerek ini untuk mengantar anak bersekolah atau berbelanja di Pasar Depok Jaya.

Iwan, warga Kampung Lio yang sehari-hari menjalankan operasional perahu gerek tersebut menyebutkan bahwa ia sudah sejak awal tahun 90-an mengoperasikan jasa perahu gerek untuk penyeberangan warga.

“Perahu gerek sudah ada sejak sekitar tahun 1993,” kata Iwan kepada Depok Pos, Sabtu (26/9).

Iwan mengatakan jika dulu, dia bersama dua orang kawannya biasa mengoperasikan perahu sejak subuh hingga maghrib. Berbeda dengan sekarang yang hanya hingga tengah hari.

“Sekarang jam 10 juga udah sepi, paling lama sampe jam 12, nunggu anak-anak pulang sekolah. Terus ya udah, kagak ada penumpang lagi,” ujarnya lirih.

Iwan menambahkan saat ini ia hanya bisa menghasilkan antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per harinya, itupun masih harus dipotong setoran lalu sisanya dibagi untuk 3 orang.

“Dulu kita bisa dapet lumayan lah, bisa dua atau tiga kali lipatnya. Sekarang mah bisa buat makan hari ini aja udah bersyukur banget,” tambahnya.

Penurunan minat untuk menggunakan jasa penyeberangan perahu ini tak lepas dari banyaknya warga Kampung Lio yang lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua untuk mengantarkan anak ke sekolah ataupun untuk berbelanja di Pasar Depok Jaya, Jalan Nusantara Raya.

Letak Situ Rawa Besar yang berada tepat ditengah Kota Depok sebenarnya sangat strategis untuk dikembangkan menjadi obyek wisata seperti layaknya Situ babakan. Hal ini bis membantu perekonomian warga setempat dari para pelancong yang mendatangi Situ.

Iwan berharap setelah selesainya normalisasi Situ Rawa Besar yang saat ini masih dalam pengerjaan, Pemerintah Kota Depok bisa lebih serius mengembangkan Situ Rawa Besar menjadi obyek wisata yang nyaman untuk warga Depok dan luar Depok.

“Emang Walikota kagak mau apa punya tempat wisata ditengah kota yang bisa dibanggain?, selain ngebantu ekonomi warganya, kan nama dia juga yang nantinya jadi harum” pungkas Iwan.

Komentar

komentar