Pemkot Tolak Permintaan Tambahan Anggaran, KPU Depok Meradang

kpu-depok

Depokpos (18/9) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menolak permintaan penambahan anggaran Pilkada Kota Depok oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Penolakan tersebut membuat Nana Shobarna, Kepala Divisi Logistik Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga KPU Kota Depok menyesalkan sikap Pemkot Depok tersebut.

“Ironis memang, di tengah sisa anggaran (Silpa) yang mencapai Rp700 miliar lebih. Namun, Pemkot tidak mengabulkan usulan penambahan anggaran yang kami ajukan,” ujar Nana kepada wartawan, Jumat (18/9).

Padahal menurut Nana,  anggaran Pilkada Kota Depok terbilang wajar jika dibandingkan dengan kota tetangga seperti Tanggerang Selatan yang mencapai Rp60 miliar lebih.

BACA JUGA:  Diskusi Ringan Kepala Bappeda dan Sekber Wartawan Depok, Dari Sampah Hingga Smart City

“Sebenarnya anggaran yang kami ajukan itu sudah sangat ngepres, jika dibandingkan Tangsel. Toh kalaupun ada sisa atau kelebihan anggaran yang tidak terserap dikembalikan lagi kok ke negara dan perincian serta pertanggungjawabannya sangat jelas digunakan untuk apa,” tambahnya.

Menurut nana, usulan anggaran tambahan sebesar Rp 9,4 miliar melalui TAPD sudah merupakan hasil efisiensi dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pihak KPU Kota Depok.

“Dana itu sudah termasuk pula pengurangan honor pokja, uang lembur dan makan minum petugas di lapangan. Jika dikalkulasi jumlah pengurangannya mencapai Rp1,5 miliar. Tidak ada yang namanya duplikasi anggaran,” paparnya.

BACA JUGA:  33 Regu Pramuka Tampilkan Kesenian Daerah di Plaza Cibubur

Dengan begitu, total anggaran untuk Pilkada Kota Depok mencapai Rp44 miliar atau berkurang Rp 5 miliar dari yang diajukan oleh KPU sebesar Rp49 miliar.

Komentar

komentar