Kekerasan Terhadap Anak Kembali Terjadi di “Kota Layak Anak”

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Depokpos -Kekerasan terhadap  anak kembali terjadi di Kota Depok yang baru saja mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak 2015 kategori Madya pada Agustus lalu.

Kekerasan kali ini menimpa siswa di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Depok. JLM, 12 tahun, siswa sekolah tersebut, ditampar oleh Nikodemus, guru sekolahnya.

Orang tua siswa, Wempi Wiliam Matakena, menuntut guru yang menampar anaknya agar segera dipecat. Soalnya, kata dia, peristiwa kekerasan ini tiidak hanya terjadi sekali dan menimpa anaknya. “Kekerasan kepada siswa sudah sering dilakukan guru itu,” kata Wempi, Kamis (9/10).

BACA JUGA:  Diskusi Ringan Kepala Bappeda dan Sekber Wartawan Depok, Dari Sampah Hingga Smart City

Menurut dia, hal ini akan berpengaruh terhadap reputasi sekolah. “Sudah berulang kali kejadian ini. Sebelumnya, anak-anak takut untuk mengungkapkan,” tuturnya. Bila pihak sekolah maupun yayasan tidak mau menindaklanjuti, dia mengancam melaporkan kekerasan ini kepada polisi.

Penamparan ini terjadi Rabu, 9 September, saat anaknya selesai mengikuti kelas olahraga. Selesai olahraga, tutur dia, sang anak dan teman-temannya lempar-lemparan baju di dalam kelas, dan tidak sengaja mengenai guru tersebut ketika sedang masuk kelas. “Guru itu langsung marah dan menampar pipi kiri anak saya. Bekasnya langsung merah seperti membengkak dan ada bukti fotonya,” ucapnya. “Anak saya menangis.”

BACA JUGA:  Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech"

Dia mengatakan kekerasan ini berdampak pada psikologis anaknya. Bahkan siswa lain juga mengalami hal yang sama. “Anak saya jadi takut. Tapi sekarang sudah masuk sekolah lagi,” ujarnya.

Ketua Yayasan Lembaga Corenelis Castelin Edward Yonatant mengatakan belum bisa menjelaskan apa pun soal kejadian ini. Sebab, dia baru mendengar masalah ini dari guru lain dan orang tua korban.

Nikodemus, kata dia, pernah diturunkan jabatannya dari kepala sekolah karena kelakuannya. “Pernah delapan tahun jadi kepala sekolah dan diturunkan karena temperamen dan kinerjanya kurang baik,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

Komentar

komentar