Ini Alasan Walikota Tolak Permintaan Tambahan Anggaran KPU Depok

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. (dok depokpos)
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. (dok depokpos)

Depokpos (18/9) – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menilai pihak KPU Depok diduga telah melakukan salah hitung terkait penambahan anggaran untuk Pemilukada yang bakal digelar 9 Desember mendatang.

“Dari pengajuan Rp 9,4 miliar yang mereka ajukan, ternyata setelah direkalkulasi ada salah menjadi Rp 8,6 miliar. Dari Rp 8,6 miliar menjadi Rp 7,4 miliar berarti berkurang Rp 1,2 miliar, karena memang Rp 9,4 miliar itu keliru kalkulasi,” ujar Nur Mahmudi.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dan mendapatkan referensi dari Badan Pengawas keuangan (BPK) pada saat lembaga tersebut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kota Depok. Salah satu monev yang dilakukan BPK antara lain anggaran Pilkada. Nur Mahmudi menambahkan, pihaknya menemukan duplikasi anggaran pengamanan yang diajukan oleh KPU seperti pengamanan kepolisian.

“Pengamanan, dari percetakan sampai ke TPS itu kan harus ada pengamanannya, KPU rupanya menganggarkan pengamanan tapi di polisi itu sendiri juga sudah ada anggaran pengamanan, jadi di situ tidak perlu karena duplikasi. Dari situlah ada pengurangan,” tutur dia.

Komentar

komentar