Hasyim Muzadi: Umat Beragama Jangan Mau Jadi Kayu Bakar Untuk Menanak Nasi Orang Lain

KH Hasyim Muzadi (san/depokpos)
KH Hasyim Muzadi (san/depokpos)

Depokpos (20/9) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga mantan ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa umat beragama di Indonesia rentan dijadikan alat perang demi kepentingan politik tertentu.

Menurut beliau, kasus kerusuhan bermotif murni Agama hanya 30 persen, sedangkan sisanya faktor “lainnya”. Namun faktor “lainnya” inilah yang justru dikemas dalam format agama.

“Konflik karena isu agama yang murni itu cuma sedikit, hanya 30 persen, sisanya 70 persen non agama yang menggunakan format agama, disini umat harus mewaspadai,” ujar KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/9).

Hal tersebut disampaikan dalam menyikapi kerusuhan di Tolikara yang sebenarnya bukan merupakan isu Agama namun dikemas menjadi kerusuhan antar umat beragama.

Kerusuhan di Kabupaten Tolikara, Papua beberapa waktu lalu sebenarnya tidak berlatar belakang agama. Ditengarai, aksi kekerasan tersebut merupakan pengalihan isu kasus korupsi yang melibatkan Bupati Tolikara, John Toba.

KH Hasyim Muzadi menegaskan hal tersebut usai menemui anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Tolikara, KH Shohibul Faroji bersama tiga korban kerusuhan tersebut dikediamannya di Komplek Pesantren Al Hikam, Depok.

“Menurut yang hadir (TPF – red) perlu pelurusan informasi tentang Tolikara. Pertama sesungguhnya motif, itu bukan motif agama,” jelas Hasyim.

Merujuk dari kasus Tolikara tersebut, mantan ketua PBNU ini juga mengingatkan bahwa umat beragama juga menjadi rawan untuk dijadikan alat perang.

“Umat beragama jangan mau jadi kayu bakar untuk menanak nasi orang lain,” pesan Hasyim. (san)

Komentar

komentar