Harus Ada Pemerataan Pembangunan di Kota Depok

Oleh: Nurfahmi Budi Prasetyo

Kota Depok dihuni lebih 2 juta jiwa. Mereka tersebar di 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Kini masyarakat punya keinginan serta mimpi yang semoga terwujud di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok baru yang akan dipilih sekira 1,4 juta pemilih (Daftar Pemilih Sementara). Pilihan saya sebagai warga komuter (sering lalu lalang ke luar kota) jatuh pada Dimas Oky Nugroho dan Calon Wakil Wali Kota Depok Babai Suhaimi.

Sebagai warga Depok, saya cuma berharap ada pemerataan pembangunan yang beberapa tahun belakangan ini terkesan hanya dilakukan di pusat kota saja.

Apa yang saya ungkapkan diatas bukan tanpa sebab. Tak dipungkiri, sejak 10 tahun dipimpin Nurmahmudi Ismail, pembangunan Depok terkesan hanya di Margonda dan sekitarnya saja. Daerah Depok pinggiran seperti Tapos, Bedahan, Krukut, dan lainnya masih terabaikan. Jalanan rusak, lampu penerangan tidak ada sehingga rawan begal, dan gersang.

Pemkot Depok harus melakukan percepatan pembangunan di wilayah lain khususnya wilayah Depok pinggiran untuk menggeser aktivitas warga yang selama ini terpusat di tengah kota.

Hal lainnya, saya juga menginginkan langkah cepat Walikota Depok ke depan dalam perbaikan sarana dan prasarana transportasi massal. Maraknya Gojek (aplikasi pesan ojek online), dan semrawutnya angkot, taksi juga harus dibenahi. Padahal keberadaan transportasi massal ini sangat penting untuk menunjang aktivitas warga, sekaligus mengurangi kemacetan yang setiap waktu menghantui Kota Depok.

Mudah-mudahan rencana pembangunan tol dalam kota bisa terwujud dalam waktu yang tak lama, saya juga berharap Pemkot Depok ke depan melakukan perbaikan secara masif dalam bidang infrastruktur perkotaan. Terutama kaitan dengan penanganan sampah kota, normalisasi sungai, serta perbaikan jalan-jalan berlubang, pengadaan pedestrian yang nyaman, ruang publik memadai dan pembenahan fasilitas publik.

Saya percaya, Dimas-Babai sudah merencanakan strategi penataan kota dan program-program perubahan ke arah yang lebih baik.

fahmi

Nurfahmi Budi Prasetyo
(Warga Sukmajaya, Tenaga Ahli di salah satu Lembaga Negara di Jakarta)

Editor: MI

Komentar

komentar