DKP Kota Depok Masih Kurang Armada Guna Atasi Sampah

20140428-truk-sampah

Depokpos (30/9) – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok mengatakan saat ini armada pengangkut sampah yang dimilikinya masih jauh dari cukup.

Kabid Pelayanan Kebersihan DKP Kota Depok, Kusumo mengatakan bahwa dalam satu hari, DKP harus mengangkut sedikitnya 1.200 ton sampah sementara kapasitas armada pengangkut mencapai 10 ton per truk.

DKP saat ini hanya memiliki 80 armada pengangkut. Guna memaksimalkan pengangkutan sampah, DKP membutuhkan sedikitnya 40 armada lagi.

Kusumo menegaskan, untuk  memaksimalkan pengangkutan sampah di Kota Depok dibutuhkan 120 kendaraan guna mengangkut sampah di Kota Depok.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

“Perlu tambahan sekitar 40 armada lagi, itu belum dikurangi penghapusan armada yang sudah tidak laik jalan, rusak dan patah as. Untuk jumlah pengajuan bisa tanyakan ke bagian Sarpras,” tutur Kusumo.

Persoalan yang kerap terjadi di lapangan, katanya lagi, saat dilaksanakan kegiatan operasi bersih (opsih) di satu titik yang membutuhkan penambahan kendaraan. Pihaknya terpaksa mengerahkan armada dari wilayah lain agar ikut membantu.

“Misalnya di Jalan Raya Bogor dilakukan opsih butuh tambahan kendaraan, otomatis kendaraan dari wilayah lain dimintai bantuan jadi armada di wilayah tersebut berkurang,” katanya.

BACA JUGA:  Dandim Depok Tegaskan Disiplin Berkendara ke Anak Buahnya

Tidak hanya armada, Kusumo juga menilai bahwa jumlah petugas yang melaksanakan tugas pelayanan kebersihan juga masih jauh dari ideal. Saat ini personil yang di bidang pelayanan kebersihan seluruhnya yang terdiri dari pesapon, sopir, kernet, pengawas, hingga operator alat berat 1.020 orang.

“Mengenai jumlah pastinya disesuaikan dengan keberadaan armada yang ada dan titik yang perlu dibersihkan,” katanya.

Karena itulah, pihaknya senantiasa meminta kepada masyarakat untuk melakukan upaya mengurangi beban atau volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Cipayung. Caranya dapat dilakukan dengan melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

BACA JUGA:  Diskusi Ringan Kepala Bappeda dan Sekber Wartawan Depok, Dari Sampah Hingga Smart City

“Ini sudah beberapa kali disampaikan, sampah organik untuk pupuk dan anorganik dijual ke bank sampah. Jadi akan sangat sedikit sampah yang dibuang. Sampah tetap bisa dimanfaatkan dan menghasilkan,” paparnya.

Komentar

komentar