Disdik Depok Akan Cabut Izin Sekolah Yang Terlibat Tawuran

Ilustrasi tawuran pelajar. (youtube)
Ilustrasi tawuran pelajar. (youtube)

Depokpos (21/9) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mencatat nama-nama sekolah yang rawan tawuran. Sekolah yang rawan tawuran antara pelajar itu adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baskara, Izzata Arjuna, dan Panmas. Sekolah-sekolah tersebut dikenal sebagai zona merah rawan tawuran. Karena itu, selanjutnya jika satu sekolah muridnya terbukti melakukan tawuran, Disdik akan mencabut izin operasionalnya.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Disdik Kota Depok, Tatik Wijayati, terkait kasus tewasnya Reza Dewantara (17), siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kota Depok dalam tawuran yang terjadi belum lama ini. Reza mengalami luka-luka karena dikeroyok sekelompok pelajar dari SMK Izzata Arjuna Depok.

Ia mengaku, hingga saat ini, kasus tawuran antarpelajar di Kota Depok belum dapat dicegah. Padahal, Satuan Tugas (Satgas) Antitawuran sudah dibentuk pada 2011.

“Kedepan, satgas ini diaktifkan kembali. Pelajar-pelajar sendiri yang akan menjadi anggota satgas dan mengajak temannya agar tidak terlibat tawuran,” ucap Tatik.

Menurutnya, pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok untuk memantau titik-titik rawan tawuran pelajar.

“Intinya, kami dari Disdik punya tanggung jawab terhadap semua pelajar di Kota Depok. Kami pastikan mereka tidak akan kehilangan haknya dalam pendidikan. Namun untuk yang terjerat hukum, prosesnya akan tetap berjalan,” tuturnya.

Tatik mengatakan, pihaknya langsung mendatangi sekolah korban setelah mengetahui peristiwa pembunuhan itu. Menyikapi beredarnya pesan berantai yang menyerukan aksi balas dendam, pihaknya langsung mendatangi SMK Negeri 2 Kota Depok.

Komentar

komentar