Din Syamsuddin Terpilih Menjadi Anggota SDSN PBB

SDSN ini dibentuk oleh Sekjen PBB untuk membantu memberikan solusi terhadap penerapan Sustainable Development Goals.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN)

Depokpos (27/9) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN) atau Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan dalam UN Sustainable Development Summit (Pertemuan Pembangunan Berkelanjutan PBB) di markas PBB (25/9). Din Syamsuddin dipilih mewakili dunia Islam dalam kapasitasnya sebagai Co-President of Religions for Peace.

SDSN ini dibentuk oleh Sekjen PBB untuk membantu memberikan solusi terhadap penerapan Sustainable Development Goals (Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs). SDGs merupakan pelanjut MDGs disahkan Sidang Umum PBB yang berlangsung 25-27 September ini. Sebanyak 193 anggota Sidang Umum PBB secara formal telah mengadopsi 2030 Agenda for Sustainable Development dengan Global Goals yang lebih konkrit.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Rayakan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Anak-Anak Banjarmasin

“Agenda-agenda baru ini merupakan janji dari para pemimpin dunia untuk kita semua, untuk mengakhiri kemiskinan dalam berbagai bentuknya – agenda untuk planet kita, rumah bersama kita,” ujar Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam pidato pembukaannya.

Din mengaku merasa mendapat kehormatan dapat bergabung dengan organisasi dunia ini dan akan berusaha memberikan pikiran terbaik bagi pembangunan dan kemanusiaan, ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini. SDSN terdiri dari seratusan tokoh berbagai bidang yang terdiri dari mantan pejabat, akademisi, pengusaha, profesional, dan tokoh agama. Din Syamsuddin dipilih mewakili dunia Islam dalam kapasitasnya sebagai Co-President of Religions for Peace.

BACA JUGA:  RS Baznas Parimo Rampung, Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Menurut Din, SDSN berfungsi sebagai pengendali dan pemantau pelaksanaannya melalui kemitraan global antar semua sektor baik pemerintah maupun masyarakat madani. Untuk itu ada sejumlah kelompok-kelompok tematis sesuai dengan 17 Agenda SDGs, seperti kemiskinan, buta aksara, pengangguran, keadilan gender, atau kerusakan lingkungan, dan lain-lain.

“SDGs yang segera diterapkan di seluruh negara memerlukan dukungan segenap sektor masyarakat. Kalangan agamawan dituntut perannya utk memberikan perspektif etika bagi penerapan agenda tersebut,” ujar Din yang juga Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) ini melalui rilis yang diterima Depok Pos.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Direktur Eksekutif CDCC Alpha Amirrachman, menyebutkan bahwa Din sebelum bertolak ke PBB beserta berbagai pemimpin umat beragama di Indonesia telah meluncurkan Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Menyelematkan Bumi).  Dalam peluncuran yang dilakukan di pelataran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu Din mendesak pemerintah  untuk memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan.

“Gerakan ini adalah upaya awal mendukung SDGs dan merupakan bentuk konkrit kepedulian pemuka agama di Indonesia terhadap kondisi lingkungan di tanah air dan global, serta mengajak kita semua untuk menyelamatkan dan memuliakan bumi,” kata Alpha.

Komentar

komentar