Dana Pilkada Depok Dipangkas DPRD

3Depokpos (18/9) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Depok akhirnya melakukan pemangkasan dana Pilkada yang diusulkan KPUD Kota Depok sebesar Rp2 miliar dari usulan Rp 9,4 miliar. Penyebab pemangkasan anggaran itu karena adanya dana sisa dari dana Pilkada yang diusulkan lembaga itu pada 2014, lalu, sebesar Rp37 miliar.

Ketua Banggar DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menegaskan, dipangkasnya anggaran tambahan pilkada yang diajukan KPUD sebesar Rp9,4 miliar kepada pihaknya karena kegiatan pilkada itu akan sangat singkat diselenggarakan.

BACA JUGA:  Sambut Sumpah Pemuda, OSIS SMAIT Tunas Bangsa Gelar COSMYG 2017

”Ini hasil penghitungan dan rapat di Banggar DPRD Depok. Jadi kami rasa dana Rp7,4 miliar ini sudah pas untuk menambah kegiatan KPUD dalam menyelenggaran Pilkada. Harus ada efi siensi sebab keuangan untuk pilkada harus diperketat lagi agar tidak mubazir ,” katanya.

Menurutnya, Banggar DPRD tidak berniat memangkas anggaran yang dibutuhkan KPUD Depok tanpa melalui perhitungan matang. Sebab, pemantauan anggaran yang digelontorkan itu harus tepat sasaran. Serta, pesta rakyat ini juga hanya diikuti dua pasangan calon kepala daerah saja.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

”Jadi ada alasannya yang tepat, kalau mau ditambahkan. Ini laporan dana yang sisa saja tidak ada. Kami khawatir kalau ada kelebihan anggaran akan terjadi mark-up anggaran,” ujar Hendrik.

Menyikapi itu, Komisioner KPUD Kota Depok, Suwarna mengaku, dipangkasnya anggaran sebesar Rp2 miliar oleh Banggar DPRD Kota Depok akan membuat beberapa kegiatan pilkada akan dicoret atau dihapuskan.

”Ini sangat memprihatinkan sekali, karena hanya disetujui Rp7,4 miliar. Akan banyak kegiatan yang bukan pokok tahapan akan kami pangkas termasuk kegiatan sosialisasi. Kami tidak berani melaksanakan kegiatan jika memang anggarannya tidak ada,” kata Suwarna.

BACA JUGA:  Anak Muda Berbisnis, Kenapa Nggak? Ini Tips dari Anak Muda Pemilik Koti Coffee

Tak sampai disana, lanjut Suwarna, pemangkasan anggaran itu juga akan berdampak pada kelancaran serta pertisipasi masyarakat akan rendah dan terganggu. Mereka pun telah memberikan peringatan kepada Pemkot dan DPRD jika partisipasi pilkada itu akan turun drastis dimata masyarakat.

”Tetapi untuk anggaran saja, mereka tidak percaya dengan kebutuhan yang disusun KPU Kota Depok. Jangan lagi menuntut partisipasi tinggi, karena anggarannya minim,” ucapnya.

Komentar

komentar