Satgas KemenRistekDikti Telusuri Ijazah Palsu Calon Kepala Daerah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Depokpos – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terus berkomitmen untuk mengusut kasus ijazah palsu di sejumlah perguruan tinggi. Setelah menemukan sejumlah kasus, kini tim satuan tugas (satgas) khusus yang dibentuk juga terus bekerja menelusuri ijazah palsu laiinnya.

Disela-sela acara penutupan MTQMN ke-14 di Universitas Indonesia, Jumat malam (7/8), MenRistekDikti Mohamad Nasir menyebut terdapat belasan perguruan tinggi yang sedang diusut terkait temuan ijazah palsu. Pihaknya juga terus berkoordinasi bersama aparat penegak hukum.

“Ijazah palsu tahapan berikutnya pada tim satgas, sudah bentuk tim satgas melibatkan kepolisian kejaksan dan Menkumham, Ristek juga,” katanya di Balairung UI.

BACA JUGA:  Bola Panas Penundaan Densus Tipikor, Antara Diperlukan atau Tidak

Nasir menjelaskan berbagai macam laporan pengaduan masyarakat juga tengah dievaluasi ke pangkalan data. Jika terbukti, selanjutnya pihaknya akan menyerahkan pada polisi dan kejaksaan.

“Laporan yang masuk ke kami ijazah palsu ada belasan. Pada perguruan-perguruan tinggi di Jakarta dan luar Jakarta,” tambahnya.

Selain kasus ijazah palsu perguruan Tinggi, pihaknya juga tengah fokus menyoroti calon kepala daerah menjelang Pilkada serentak. Hal itu untuk menelusuri adanya indikasi ijazah palsu oleh calon kepala daerah.

Nasir, mengatakan sedikitnya ada dua laporan calon bupati yang terindikasi berijazah palsu. Dua daerah tersebut yakni kabupaten di wilayah Aceh dan Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:  Workshop BPNB Sumbar Bekali Para Guru Untuk Budayakan Menulis

“Ijazah palsu ada yang di barat dan timur terindikasi. Yang masuk ke kami pengaduan. Wilayah kabupaten di NTT dan Aceh. Ini baru sebatas pengaduan ya,” ujarnya.

Komentar

komentar