Pemenang Lelang Gedung RSU Dr Slamet Diduga “Abal-abal”

(Dok. pjtv.co.id)
Ilustrasi. (Dok. pjtv.co.id)

Depokpos, Jawa Barat – Forum Asosiasi Konstruksi Kabupaten Garut mendesak diungkapnya sejumlah kejanggalan dalam proses penentuan perusahaan pemenang lelang gedung rawat kelas III pada RSU dr Slamet Garut.

Menurut Ketua Forum Asosiasi Konstruksi Kabupaten Garut, Nardi Sunardi, kelompok kerja unit Layanan Pengadaan tak selektif dalam menentukan pemenang hasil lelang itu.

Ia menuding, PT Dutaraya Dinametro yang memenangi lelang pembangunan gedung rawat inap tak mengantongi kredibilitas.

“Berdasarkan data informasi yang dihimpun dari media elektronik, perusahaan pemenang lelang ini tidak memiliki kredibilitas. Pada 2014 lalu, ada tiga media online berbeda, yang memberitakan kinerja perusahaan ini. Satu media memberitakan kinerjanya saat mengerjakan proyek di Bandung, sementara dua lainnya memberitakan hasil pekerjaan perusahaan ini di daerah Bintan,” terang Nardi, Minggu (2/8/2015) kemarin.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

Sebelumnya, perusahaan tersebut sudah diputus kontraknya oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung saat menggarap proyek trotoar granit. Perusahaan yang berdomisili di Jakarta tersebut dianggap asal-asalan saat menggarap proyek pembangunan penampungan air baku untuk Waduk Sei Gesek, Bintan, senilai Rp 5.104 miliar.

“Dari berita online yang kedua tersebut, perusahaan ini diduga melarikan diri saat mengerjakan tampungan air baku di Bintan. Atas dasar informasi inilah, kami tidak ingin apa yang pernah terjadi kembali terulang di Kabupaten Garut. Apalagi, proyek yang akan dikerjakan oleh perusahaan pemenang lelang ini adalah rumah sakit,” beber dia.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

Ia melanjutkan, pada 14 Juli 2015 kemarin, dirinya sempat mengirimkan surat ke panitia lelang agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih perusahaan peserta lelang. Dirinya melakukan tindakan itu usai mengetahui PT Dutaraya Dinametro yang tercatat sebagai peserta lelang.

“Namun ternyata pada 23 Juli 2015, diumumkan bahwa perusahaan ini malah menjadi pemenang lelang. Kami pun mengirimkan lagi surat pada 28 Juli 2015. Saat itu surat tersebut ditujukan kepada pihak RSUD dr Slamet Garut, yang ditembuskan ke Bupati,” tandas Nardi.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

Saat ini, Nardi belum mendapat respon dari surat yang sudah ia kirimkan.

Sumber: Lensa Indonesia.

Komentar

komentar