Mengenal Kafilah Dari Timur Indonesia Di Ajang MTQMN ke-14

Ketua Tim Official DR Djufri R Pattilouw (berbaju koko kedua dari kanan) bersama rombongan kafilah Unpatti.
Ketua Tim Official DR Djufri R Pattilouw (berbaju koko kedua dari kanan) bersama rombongan kafilah Unpatti. (depokpos)

Depokpos –  Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional ke-14 yang berlangsung di Universitas Indonesia, Kota Depok, memang masih berlangsung dan mulai memasuki babak-babak akhir. Beberapa katerogi lomba yang diperlombakan sudah memasuki babak final.

Untuk tahun ini, ajang MTQMN ke-14 diikuti oleh 1.863 mahasiswa dari 167 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan mempertandingkan 13 kategori lomba yang antara lain Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Tartil Qur’an, Musabaqah Qira’at Sab’ah, Musabaqah Hifzhil Qur’an 1, 5 dan 10 juz serta debat pengetahuan Qur’an dalam bahasa Inggris.

Fahrurrozi.
Fahrurrozi.

Disela-sela kesibukan acara, Rabu (5/8) depokpos mendapatkan kesempatan berbincang dengan salah satu rombongan kafilah peserta yang berasal dari timur Indonesia yakni Kafilah Universitas Pattimura Ambon. Kafilah yang membawa 17 peserta putera dan puteri ini terbagi hampir diseluruh kategori lomba kecuali beberapa yang tak diikuti.

BACA JUGA:  Tak Pandang Usia, Para Murid Perguruan Islam Al Syukro Universal Bantu Rohingya

Ditengah suasana sore yang sejuk di asrama mahasiswa UI, beberapa mahasiswa anggota kafilah menyalami depokpos dengan senyum khas masyarakat Ambon yang ramah.

Fahrurrozi, salah satu staf pelatih memulai perbincangan dengan mengatakan bahwa kafilahnya telah melakukan persiapan khusus selama sekitar dua bulan untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti lomba.

“Setelah melakukan proses seleksi, kami melakukan persiapan khusus serta pembekalan selama 2 bulan kepada seluruh mahasiswayang akan berangkat,” kata Fahrurrozi, Rabu (5/8).

“Dengan persiapan ini, diharapkan anggota kafilah yang membawa nama Universitas Pattimura dapat tampil  maksimal  sesuai  dengan yang dilatih dan diharapkan.” tambah dia.

Fahrurrozi, mengatakan bahwa untuk salah satu kategori lomba yakni debat pengetahuan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris, anggota kafilah Unpatti hari ini berhasil menembus babak 16 besar. Sementara untuk beberapa kategori lainnya masih diperlombakan dan hingga saat berbincang dengan depokpos masih diperlombakan.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan
Randika tuangke.
Randika tuangke.

Ketika ditanya apakah waktu waktu 2 bulan dirasa cukup untuk proses pelatihan karena selain seluruh mahasiswa sudah memiliki modal awal dan kemampuan, mahasiswa yang dikirim juga telah melewati proses seleksi sebelumnya.

“Dua bulan itu cukup karena pada dasarnya seluruh anggota kafilah sudah memiliki modal awal dan kemampuan yang cukup, kalau disini itu sudah bicara soal mental,” tegasnya sambil tersenyum.

Hal ini diamini oleh satu salah satu mahasiswa anggota kafilah bernama Randika Tuangke,  mahasiswa semester 3 fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Unpatti yang turun dikategori lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an.

“Kemarin itu di “bel” tiga kali,” ujarnya sambil tertawa. “Di bel itu artinya ada yang salah, dan rata-rata peserta lainnya juga mendapatkan 2-3 bel,” tambahnya.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa nama Universitas Pattimura masuk menjadi kandidat untuk calon tuan rumah gelaran MTQMN ke-15 dua tahun mendatang. Terkait hal ini, Ketua tim official kafilah Unpatti yang juga Dosen fakultas ekonomi ini mengatakan pihaknya mungkin belum akan mengambil  kesempatan ini.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

“Kemungkinan kita belum berkeinginan mengambil kesempatan menjadi tuan rumah karena ada beberapa kendala, ada agenda-agenda internal kampus yang belum memungkinkan Unpatti untuk jadi tuan rumah,” katanya.

“Memang banyak peserta yang menginginkan unpatti menjadi tuan rumah, bahkan sejak gelaran sebelumnya,” tambahnya.

Kafilah Universitas Unpatti, Ambon.
Kafilah Universitas Pattimura Ambon.

Sore semakin merambah, masih banyak yang ingin diperbincangkan. tentang harapan, tentang keinginan, tentang pluralisme ditimur Indonesia, tentang ukhuwah dan lainnya. Namun sore memaksa kami menyudahi kehangatan ini, DR. Djufri dengan senyum yang tak pernah lepas, mengantar kami menuju kesibukan lainnya.

Tak lupa kami titip salam kepada Doktor lulusan Unpad ini untuk saudara-saudara di ujung timur indonesia. (ihsan/depokpos)

Komentar

komentar