KPU Depok: Tandatangan Totok Asli

Depokpos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok telah memeriksa sejumlah pengurus dan pimpinan DPC PDIP Kota Depok, terkait dugaan pemalsuan berkas pendaftaran pasangan yang diusung PDIP, Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi di Pilkada Depok 2015.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, disimpulkan bahwa tandatangan Sekertaris DPC PDIP Depok, Totok Sarjono di berkas pendaftaran itu adalah asli dan bukan palsu seperti dugaan banyak pihak yang selama ini beredar.

“Kami sudah mengklarifikasi langsung kepada saudara Totok, sebagai Sekertaris DPC PDIP Depok. Totok menyatakan tandatangannya di berkas pendaftaran pasangan Dimas-Babai yang diberikan ke KPU Depok 27 Juli lalu adalah asli tandatangannya,” kata Komisioner KPU Depok, Suwarna, kepada Wartawan, Jumat (7/8/2015).

Dengan adanya klarifikasi ini, maka informasi yang beredar dimasyarakat selama ini tentang dugaan adanya pemalsuan tangda tangan dokumen terbantahkan.

Suwarna juga menambahkan terkait adanya surat pernyataan bertanda-tangan Totok yang menyatakan ia tak pernah menadatangani berkas pendaftaran tidak benar dan bukan dibuat oleh Sekretaris DPC PDIP Depok tersebut.

Surat pernyataan bertanda tangan Skretaris DPC PDIP Kota Depok Totok Sarjono.
Surat pernyataan bertanda tangan Skretaris DPC PDIP Kota Depok Totok Sarjono.

“Kami sudah memanggil dan meminta keterangan dari Ketua DPC PDIP Depok bersama beberapa pengurus PDIP Depok di kantor KPU Depok,” kata Suwarna.

Saat pemanggilan itu, tambah Suwarna, Totok memang tidak hadir karena berada di liar kota.

“Tetapi kami meminta keterangan Totok di depan pengurus PDIP Depok, melalui sambungan telepon. Kepada kami Totok menyatakan tandatangan di berkas pendaftaran Dimas-Babai adalah asli tandatangannya,” kata Suwarna.

Dengan hasil klarifikasi ini, kata Suwarna, KPU Depok sangat yakin dan menyimpulkan tidak ada tandatangan palsu atau dokumen palsu dalam berkas pendaftaran pasangan Dimas-Babai yang diusung PDIP, Nasdem, PKB dan PAN.

“Jadi KPU Depok, sudah menjalankan dan menindaklanjuti aduan pengunjuk rasa dan masyarakat serta meluruskan polemik di masyarakat. Termasuk kepada media massa dan jejaring media sosial,” kata Suwarna.

Komentar

komentar