KPU Depok Digugat Pasangan Calon Independen

Ibrahim Kadir Tuasamu (tengah), calon wali kota Depok dari jalur independen menggugat KPU Depok ke PTUN Bandung di Bandung, Kamis (6/8/2015). (Tribun Jabar/Ichsan)
Ibrahim Kadir Tuasamu (tengah), calon wali kota Depok dari jalur independen menggugat KPU Depok ke PTUN Bandung di Bandung, Kamis (6/8/2015). (Tribun Jabar/Ichsan)

Depokpos – Pasangan bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Depok dari jalur independen, Ibrahim Kadir Tuasamu dan Johanes Karundeng, menggugat KPU Kota Depok ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Gugatan hukum ini dilayangkan karena KPU Depok menolak pendaftaran pasangan calon tersebut.

“Hari ini kami mau sidang soal gugatan hukum yang kami layangkan ke PTUN. Kami merasa diperlakukan tidak adil,” kata Ibrahim di Gedung PTUN Bandung, Jalan Diponegroro, Kota Bandung, Kamis (6/8/2015).

Menurut Ibrahim, ia mendaftarkan gugatan hukum ke PTUN karena saat hendak mendaftar sebagai pasangan calon wali kota/wakil wali kota Depok justru ditolak oleh KPU Depok. Sementara alasan penolakannya tidak masuk akal.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

“Kami ditolak dengan alasan berkas dukungan yang disertakan sebagai syarat bagi calon independen, tidak mencukupi. Bagaimana mau dibilang tak cukup, dihitung saja belum,” kata Ibrahim.

Selain itu, kata Ibrahim, KPU Kota Depok juga menolak pendaftaran karena kedatangan pasangan Ibrahim-Johanes ke kantor KPUS dinilai terlambat. Padahal, kata Ibrahim, ia datang hari Sabtu 13 Juli 2015, namun saat itu di kantor KPUD tengah mati lampu.

“Oleh KPU kami kemudian diminta datang lagi pada hari Senin 15 Juli 2015. Kami pun datang pukul 15.15, eh dibilang datang terlambat, bagaimana ini,” ujar Ibrahim.

BACA JUGA:  Walikota Depok: "Smart People Elemen Terpenting Smart City"

Saat ini Ibrahim yang datang ke Gedung PTUN Bandung bersama sejumlah pendukungnya, masih menunggu digelarnya persidangan kasus ini. (Tribun Jabar)

Komentar

komentar