IPB Bogor Gelar Konferensi Agro Industri

90156198

Depokpos, Jawa Barat – Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat menggelar ‘International Conference On Adaptive and Intelligent Agroindustry’ (ICAIA) di gedung IPB International Convention Center Bogor Botany Square.

“Kegiatan ICAIA selama dua hari di sini berkaitan dengan strategi pengembangan agro industri, inovatif dan ‘entrepreneurship agroindustry’ serta ‘Life Cycle Analizys’ (LCA) agroindustry dan ‘agroindustrial informatic’ di Indonesia khususnya Bogor,” kata Ketua Panitia Nastiti Siswi Indrasti di Bogor, Senin.

Ia mengatakan kegiatan yang sudah digelar tiga kali ini merupakan kegiatan yang mempertemu akademisi, praktisi dan pengambil kebijakan dalam membahas penguatan agro industri untuk keperluan makanan, energi dan kesehatan.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

“Dalam ICAIA juga membahas isu terkait ketersediaan bahan baku yang sustainable dalam waktu, jumlah dan kuantitas yang cukup agar bisa diolah secara industri,” katanya.

Kemudian, kata dia, efisiensi proses bisa tercapai jika bisa dikerjakan secara efisien, sehingga lebih ke teknologi. Tetapi lebih penting, kebijakan pemerintah dalam mendukung agro industri nasional semakin maju dan berkembang.

“Memang masalahnya di bahan baku maka tugas pemerintah bisa mendorong agro industri lokal semakin berkembang,” katanya.

Sedangkan untuk bahan impor pasti jadi pesaing terkuat di zaman sekarang. Makanya, kata dia, pengembangan industri di dalam negeri harus diupayakan bisa mensubtitusi produk-produk impor.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

“Kita berharap dalam waktu dekat bisa swasembada bahan baku sendir tanpa perlu impor,” katanya.

Ia mengatakan agro industri adalah suatu industri yang mentransformasikan hasil pertanian dalam arti luas menjadi produk industri untuk meningkatkan nilai tambah dengan sisten terintegrasi yang melibatkan sumber daya hasil pertanian, manusia, ilmu, teknologi, uang dan informasi.

Komentar

komentar