Depok Menuju Bebas Rokok

IMG-20150824-00038
Dr. Rita Damayanti saat memberikan materi. (Galang/depokpos)

Depokpos (24/8) – Bahaya rokok baik perokok aktif maupun pasif sungguh luar biasa. Dan ini ditandai dengan perubahan gaya hidup di kalangan anak sekolah, selain itu tiap detik di dunia terjadi satu kasus kematian diakibatkan oleh rokok.

Untuk meminimalisir hal itu, Dinas Kesehatan Pemkot Depok menggelar Training On Trainer (TOT) Promotor Kesehatan dengan tema “Keren Tanpa Rokok di Sekolah” selama dua hari, 24-25 Agustus 2015.

Diakui Sekretaris Dinas Kesehatan kota Depok, drg. Hj. Ernawati, SS, M.Kes., dalam sambutannya bahwa bahaya rokok sudah masuk ke sekolah-sekolah.

Ini mengerikan bagi kesehatan anak-anak Indonesia. Di Depok sendiri rata-rata perokok menurut survei Masyarakat UI tahun 2013 mencatat 20% siswa yang mendaftar program berhenti merokok, sudah mulai merokok sejak SMP.

“Karena bahaya rokok itu, Dinas Kesehatan kota Depok menggelar kegiatan TOT ini kepada UPT Puskesmas sekota Depok, guru dan UKS di lima sekolah terpilih kota Depok. Dari hasil ini diharapkan dapat meneruskan di sekolah-sekolah di kota Depok untuk memberikan pengetahuan bahaya rokok,” tandas drg. Ernawati.

Dijelaskan oleh pemateri, Dr. Rita Damayanti MSPH dari Perlumpulan Promotor dan Pendidikan Kesehatan Indonesia (PPKMI) dampak dari perokok itu adalah perubahan sikap dan prilaku bagi anak-anak sekolah. “Ini bahaya bagi generasi penurus kita ke depannya,” tandasnya.

Kegiatan ini memiliki tujuan pemahaman bagi peserta TOT tentang bahaya rokok dan ancamannya terhadap generesi muda Indonesia.

“Kegiatan ini juga bisa menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, sehat, bebas dari asap rokok dan mendukung kawasan tanpa rokok di kota Depok,” tukas Revi, staf Seksi Promosi Kesehatan kota Depok. (Galang)

Komentar

komentar