Butuh Modal Nikah, Pasangan Asal Depok Ini Daftar Go-Jek

Maya Puspita (27), salah seorang pengemudi Gojek asal Depok usai mendaftar di pendaftaran masal di Hall A, Senayan, Jumat. (ANTARAFOTO/Ida Nurcahyani)
Maya Puspita (27), salah seorang pengemudi Gojek asal Depok usai mendaftar di pendaftaran masal di Hall A, Senayan, Jumat. (ANTARAFOTO/Ida Nurcahyani)

Depokpos – Sistem bagi hasil yang diterapkan Go-Jek dinilai sangat menguntungkan bagi pengendara Go-Jek. Satu tukang ojek yang telah bergabung mengaku bisa memiliki penghasilan Rp 3 juta per bulan yang diterima setelah dipotong 20% dari perusahaan Gojek. Sistem ini tidak menerapkan gaji pokok dan semua dibayar dengan bagi hasil.

Tak heran jika pada perekrutan masal penemudi Go-Jek di lapangan basket, Hall A, Senayan, Jakarta, hari ini Jum’at (14/8), dipadati oleh ribuan pendaftar.

Dan diantara ribuan pendaftar itu, Maya Puspita (27) dan kekasihnya asal Depok, yang sehari-hari bekerja sebagai sales makanan dan kurir paruh waktu, sedangkan kekasihnya bekerja sebagai tenaga serabutan.

BACA JUGA:  Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Sumbang Rp100 Juta Untuk Palestina

Selama bekerja menjadi sales, Maya bekerja lima jam sehari dan mendapatkan upah Rp2,7 juta per bulan.

Maya dan kekasihnya ini kemudian mendapatkan cerita testimonial dari salah seorang kawan mereka yang sudah terlebih dulu menjadi pengemudi Go-Jek.

“Kata dia dalam tiga minggu saja sudah dapat Rp6 juta. Kami berdua pun langsung tertarik. Kalau nanti benar mendapatkan segitu, uangnya akan ditabung untuk modal usaha, dan modal menikah juga,” kata Maya usai mendaftar Go-Jek di kompleks Senayan, Jumat sore.

BACA JUGA:  Persetujuan DPRD Kota Depok Terhadap Perubahan APBD Kota Depok Tahun 2017 dan Dua Raperda

Kelak, Maya bercita-cita menekuni bisnis kuliner. Dia ingin membuka usaha warung tenda kecil-kecilan.

Meski terlihat ringkih, Maya yang berambut hitam panjang dan bertubuh langsing itu mengaku tidak takut dengan kerasnya kehidupan pengemudi ojek, apalagi di tengah isu maraknya tukang ojek online yang dikeroyok ojek konvensional.

“Saya mah positive thinking aja, kan saya niatnya baik mencari uang, lagian masa iya mereka tega mukul perempuan,” kata Maya yang mengaku sudah sudah komitmen dengan pacarnya untuk profesional dan tidak saling cemburu saat bekerja membawa penumpang.

BACA JUGA:  Penggantian Antar Waktu (PAW), Rudi Setiawan Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Depok

CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, mengaku perusahaan ride sharing yang didirikannya pun sebenarnya selalu berupaya membekali para pengemudi Gojek dengan kemampuan selain mengemudikan ojek, mengingat salah satu visi Go-Jek adalah memberikan dampak sosial.

“Lima atau enam tahun lagi kalau sistem transportasi publik kita sudah baik dan Gojek akhirnya hanya menjadi feeder, lalu bagaimana nasib sekitar 200.000-an tukang ojek ini? Kita sudah antisipasi itu, dengan memberi pelatihan atau menyediakan produk jasa layanan yang lebih beragam,” kata Nadiem.

Sumber: Antara
Editor: Ihsan

Komentar

komentar