Bayar 9 Juta Untuk Masuk SMA 3 Depok, Malah Terkatung-katung

DSC00014 (640x479)

Depokpos – Sekitar 400 orang calon siswa SMA 3 Filial Depok kini masih belum jelas nasibnya. mereka  menunggu kepastian apakah mereka jadi ditampung di SD Pemuda Bangsa atau tidak karena kabarnya, para orang tua murid SD Pemuda Bangsa Depok menolak sekolahnya dijadikan tempat belajar para siswa SMAN 3 Filial Depok

Rabu (12/8), para siswa yang nasibnya terkatung-katung ini diminta untuk datang pada pukul satu siang ini, namun mereka datang lebih awal untuk mengantisipasi ketidak-jelasan ini.

“Kita diminta datang jam 13.00 WIB untuk test potensi akademik tapi saya datang pagi-pagi untuk antisipasi takut tidak jelas lagi,” kata seorang calon siswi yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Walikota Depok: "Smart People Elemen Terpenting Smart City"

Selain calon siswa, sejumlah orang tua juga ikut menunggu di halaman sekolah. salah satu orang tua siswa, N, mengatakan dia membayar  Rp 9 juta untuk memasukkan anaknya. Semula dijanjikan ke SMA 3 lalu terdampar di SMA 3 filial, dan itupun masih belum jelas kapan mulai belajarnya.

Ditempat terpisah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan segala sesuatu penyimpangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) itu dilarang. Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendikbud, Daryanto mengungkapkan perbuatan pungutan liar atau pendaftaran dengan jalur belakang jelas tidak diperbolehkan.

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

“Kasus di Depok itu jelas menjadi PR kita,” ujar Daryanto usai Peresmian Pergelaran Gita Bahan Nusantara (GBN) 2015 di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/8) seperti dilansir Republika.

Menurutnya, ini menjadi tugas pemerintah untuk menertibkan pungutan-pungutan liar dan penyimpangan-penyimpangan lainnya didunia pendidikan.

Komentar

komentar