Ayam Mahal, Pengusaha Warung Makan Depok Meringis

Ilustrasi pedagang ayam.
Ilustrasi pedagang ayam.

Depokpos – Pengusaha warung makan merasa sangat terbebani dengan penaikan harga daging ayam dan sejumlah barang kebutuhan pokok.

Ratih, pemilik warung makan sunda di kelurahan Abadijaya, Sukmajaya,  mengatakan keluhan yang sama juga didengar dari rekan-rekannya sesama pemilik warung makan disekitar Abadijaya menyusul harga daging ayam yang sangat tinggi.

“Sekarang ini, harga satu ayam ukuran kecil aja sampai 40 ribu, semua pemilik warung nasi yang ketemu saya dipasar mengeluh,” kata Ratih, Sabtu (15/8).

Ratih juga menambahkan tak hanya ayam saja yang menggalami kenaikan.

“Telur ayam dan cabai juga naik tinggi,” kata dia.

Lain lagi dengan Gino, pemilik kios bakso dan mie ayam di jalan Barito raya, Sukmajaya. Selain harga daging sapi yang masih tinggi, sekarang harga ayam dan kebutuhan lain seperti bawang dan cabai juga melambung.

“Parah harga sekarang mas, kita masih bisa bertahan dan nggak rugi juga udah untung,” ujarnya saat ditemui depokpos, sabtu (15/8).

Gino menambahkan bahwa ia terpaksa sedikit memperkecil ukuran bakso yang dijualnya ketimbang harus menaikkan harga.

“Mie ayam juga sama, porsi ayamnya terpaksa kita kurangi sedikit,” keluhnya.

“Kalau untuk makan dirumah aja sih nggak masalah, daging mahal, ayam mahal, ya kita makan tahu tempe. Nggak masalah. Tapi ini kan untuk bahan baku bakso, masa bakso daging mau diganti jadi bakso tempe,” pungkasnya.

Komentar

komentar