Pilkada Serentak Sepi Calon, Ini Penyebabnya

Ketua Umum DPP Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI), Yaya Suryadarma.
Ketua Umum DPP Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI), Yaya Suryadarma.

Masa pendaftaran calon kepala daerah pada Pilkada 2015 telah berakhir dan belasan daerah terancam gagal menyelenggarakan pesta demokrasi tahun ini lantaran sepi peminat.

Ada banyak daerah yang hanya punya satu pasangan calon, bahkan dibeberapa daerah ada yang tidak memiliki pasangan calon sama sekali. Daerah-daerah tersebutpun terpaksa melakukan peranjangan masa pendaftaran calon peserta Pilkada.

Menanggapi fenomena sepinya peminat pemilihan Kepala daerah tahun ini yang mengalami penurunan drastis dibanding masa-masa sebelumnya, Yaya Suryadarma, Ketua Umum DPP Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) mengatakan persoalan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

BACA JUGA:  Pembukaan MTQ Sumbar ke 37 Akan Tampilkan Tari Kolosal Unik Karya Harhy Syafmitha

“Ada beberapa faktor yang membuat peminat pilkada kali ini menurun jauh dibanding sebelumnya. Pertama, adanya dualisme ditubuh beberapa partai,” kata pria yang tinggal dikawasan Jembatan Serong, Citayam ini.

Hal itu lantaran UU No 8/2015 dan PKPU N0 9/2015 mengatur tentang pencalonan kepala daerah, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota akan meminta lampiran SK Menkumham. Kepengurusan dalam SK Menkumham itulah yang mengesahkan kepengursan partai politik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu untuk calon independen, prosedural teknis yang diatur dalam Undang-undang dan peraturan KPU yang dirasa sangat memberatkan. Pasangan yang maju lewat jalur independen harus mengumpulkan identitas penduduk lebih banyak dari sebelumnya.

BACA JUGA:  80 Persen Sampah Laut Berasal dari Darat

Yaya mencontohkan di Pilkada Depok, sebelumnya banyak nama kuat yang beredar untuk maju lewat jalur perseorangan. Nama jurnalis senior Rusdi Nurdiansyah dan Emil dardak misalnya, adalah nama-nama yang berpotensi meningkatkan kualitas pertarungan di Pilkada Depok.

Namun beratnya persyaratan yang ditetapkan KPU terpaksa membuat nama-nama ini terpaksa mundur karena tak berhasil mencapai target yang ditentukan KPU.

Alasan terakhir adalah putusan MK yang mengharuskan Anggota DPR, DPD dan DPRD mengundurkan diri.

“Ini faktor yang paling dominan yang menyebabkan sepinya peminat Pilkada,” ujar Yaya.

BACA JUGA:  Bonus Demografi dan Pemanfaatan Internet Jadi Pesan Penting Lomba Tingkat Lima (LT-V) Gerakan Pramuka

“Para Anggota Legislatif tentunya enggan mempertaruhkan jabatannya di Dewan untuk mengikuti pertarungan Kepala Daerah yang belum tentu ia menangi,” tambah pria yang sudah malang melintang didunia jurnalistik ini.

Alasan terakhir ini menurutnya akan membuat anggota legislatif berpikir berkali-kali untuk mempertaruhkan posisinya yang telah diraih dengan susah payah.

Komentar

komentar