Muhammadiyah Luncurkan Perangko Satu Abad Aisyiyah

Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. (Tempo/Arif Wibowo)
Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. (Tempo/Arif Wibowo)

Menandai Muktamar Satu Abad Aisyiyah, organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah bekerjasama dengan PT POS Indonesia akan meluncurkan perangko satu abad Aisyiyah saat muktamar ke 47 Muhammadiyah di Makassar.

Lathifah Iskandar, Panitia Internal Muktamar Aisyiyah mengatakan, perangko sengaja dipilih untuk menandai usia Satu Abad Aisyiyah. Karena perangko atau filateli merupakan jaringan internasional yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Aisyiyah pada dunia.

“Dari perangko pula, Aisyiyah dapat mengabadikan rekam jejak perjalanannya dalam sejarah,” kata Lathifah, Kamis 30 jULI 2015.

Menurut Lathifah, PT Pos akan menerbitkan tiga desain perangko satu abad Aisyiyah. Ketiga desain perangko tersebut akan menggambarkan kiprah Aisyiyah seperti dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928, kiprah Aisyiyah di bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang sosial, kesejahteraan, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya yang memang melekat sebagai bagian dari gerakan Aisyiyah.

Peluncuran perangko ini kembali mengingatkan publik pada sejarah awal Muhammadiyah yang mengeluarkan perangko pada penyelenggaraan Kongres Muhammadiyah atau yang kini dikenal dengan istilah Muktamar Muhammadiyah. “Diluncurkan pada Tabligh Akbar Aisyiyah yang akan berlangsung pada 3 Agustus di Balai Prajurit M. Jusuf Makassar,” kata Lathifah.

Perangko biasa dipakai untuk keperluan surat menyurat sebagai bagian dari kultur Muhammadiyah pada masa awal abad 20. Sebelum negara Indonesia lahir, Muhammadiyah telah lahir sebagai organisasi modern yang maju. “Dengan para pegiat Muhammadiyah yang banyak berasal dari kalangan terdidik saat itu,” kata Lathifah.

Muhammadiyah juga mengeluarkan perangko amal yang digunakan sebagai media fund raising bagi kegiatan dakwah organisasi.

Sumber: Tempo

Komentar

komentar