Komnas Anak: Depok Perlu Bentuk Satgas Perlindungan Anak

Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto (kiri) bersama Anggota Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia M. Ihsan di kantor Kontras. (TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat)
Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto (kiri) bersama Anggota Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia M. Ihsan di kantor Kontras. (TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat)

Ketua Dewan Pembina Komnas Anak Seto Mulyadi menuturkan perilaku anak bermasalah karena kontrol dari orang tua dan masyarakat kurang. Ketiga anak itu, menurut dia, tidak bisa disalahkan atas perilaku mereka. “Keluarga yang bertanggung jawab atas perilaku anak tersebut,” ucap Kak Seto.

Perilaku anak bisa melakukan perbuatan tidak sepantasnya karena pengaruh media yang begitu masif. Terlebih akses teknologi begitu mudah didapatkan oleh anak. Soalnya, hampir setiap anak saat ini dibekali ponsel yang bisa mengakses Internet dan media sosial lainya. “Perlu mengawasi apa yang mereka lihat dan gunakan,” ucap Seto.

Lebih jauh ia menuturkan perlu melakukan pembentukan satuan tugas (satgas) anak di setiap RT dan RW untuk memperhatikan tumbuh kembang mereka. Apalagi Depok yang sudah berkomitmen menjadi kota layak anak.

Menurut Seto, tidak mungkin Depok menciptakan kota layak anak tanpa melibatkan elemen pemerintah yang berada di bawah, seperti RT dan RW. “Tidak mungkin ramah anak langsung tingkat kota. Harus dari RT/RW yang layak anak dulu,” ucap Seto.

Sebab, kata Seto, jangan hanya mengandalkan penyelesaian masalah anak pada KPAI. Menurut Seto, permasalahan anak bisa diselesaikan bila ada satgas di tingkat RT. Jadi permasalahan sudah bisa diselesaikan dari dasarnya.

Seto mencontohkan Tangerang Selatan sudah mencoba membentuk Satgas Perlindungan Anak di setiap RT. Pembentukan satgas ini bisa menjadi solusi untuk melakukan pencegahan atas tindakan negatif anak.

“Sebab, masyarakat bertanggung jawab mengawasi mereka juga. Depok perlu membuat Satgas Perlindungan Anak,” ujar Seto.

Sumber: Tempo.co

Komentar

komentar