Kenapa Dimas – Babai Diltolak Kader PDIP?

Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi.
Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi.

Sejumlah kader partai beserta organisasi masyarakat yang tergabung kedalam Masyarakat Selamatkan Kota Depok (Maskod) berunjuk rasa di depan Aula Gedung Sekarpeni, Jalan Siliwangi. Mereka memprotes terkait pencalonan Dimas Oky Nugroho sebagai Calon Walikota Depok dari PDIP serta Babai Suhaimi (Ketua DPD Golkar Depok) sebagai wakilnya.

Alasannya, Dimas dianggap orang baru dan tak mengikuti mekanisme penjaringan.

“Dimas Oky itu siapa, datang dari mana, kok tiba-tiba direkomendasikan begitu saja oleh DPP PDIP,” teriak Koordinator Aksi, Rachman Tiro saat berorasi, Selasa (21/7/2015).

BACA JUGA:  Diskusi Ringan Kepala Bappeda dan Sekber Wartawan Depok, Dari Sampah Hingga Smart City

Sebagai simaptisan PDIP, ia mengaku kecewa karena hasil penjaringan yang dilakukan DPC sedari awal diabaikan. Padahal, prosesnya dilakukan secara demokratis dan fair.

“Kami sangat bangga, ketika DPC menggelar penjaringan. PDIP Depok mengajarkan pendidikan politik yang sehat dan transparan kepada masyarkaat serta kader tentunya. Tapi, mengapa endingnya seperti ini. Kenapa tidak ada satupun calon (hasil penjaringan) yang diakomodir,” beber dia.

Rachman menambahkan, kalau saja partai arif dan bijaksana, tentu opsi mengakomdir calon hasil penjaringan tak akan dikesampingkan.

BACA JUGA:  Sambut Sumpah Pemuda, OSIS SMAIT Tunas Bangsa Gelar COSMYG 2017

Puas melakukan orasinya massa pun membubarkan diri. Namun, tak lama berselang kericuhan kembali terjadi.

Kali ini, aksi tersebut dilakukan oleh kader PDIP asal Sukmajaya bernama Jono. Ia sempat membanting ponsel dan memukul meja.

Alhasil, ketegangan yang nyaris berujung baku hantam ini pun sempat kembali mewarnai rapat yang dipimpin ketua DPC PDIP Depok, Hendrick Tangke Allo, tersebut. “Babai itu pernah menghina-hina partai ini.

Kenapa dia yang harus dipilih? Memang di sini tidak ada kader yang baik. Ingat ucapan dia waktu di televisi terhadap PDIP,” teriaknya sambil menantang sejumlah elite politik PDIP.

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

Ketegangan baru mereda setelah sejumlah massa lainnya berusaha menenangkan kubu yang emosi. Seperti diketahui, Dimas sendiri diketahui Konsultan Politik dari Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), juga masuk dalam salah satu tim ahli di Kantor Staf Presiden Jokowi-JK.

Komentar

komentar