Head to Head Dimas – Babai vs IAS – Pradi, Mungkinkah?

pilkadaHasil Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus)  DPC PDIP Kota Depok bersama DPD PDIP Jawa Barat serta DPD Partai Golkar Depok,  Selasa (21/7/2015), akhirnya memastikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung pasangan Dimas Oky Nugroho dan politisi Partai Golkar Depok Babai Suhaimi sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada Depok Pilkada Depok 9 Desember 2015 mendatang.

Pasangan Dimas – Babai ini menjadi satu-satunya pasangan yang sudah secara resmi dicalonkan oleh partai yang menjadi kendaran politiknya.

Sementara dikubu seberang, Idris Abdul Shomad (IAS) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Pradi Supriatna dari Partai Gerindra akan diusung menjadi calon kuat untuk menduduki kursi nomer satu di Kota Depok ini.

Meski belum secara resmi dideklarasikan, pasangan IAS – Pradi yang digadang PKS – Gerindra ini sudah sangat diperhitungkan. Pasangan ini sendiri dikabarkan akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

Keduanya, Dimas dan IAS, sama-sama bukan calon yang diunggulkan oleh para kader dari partainya masing-masing.

Yang menarik adalah, kedua tokoh utama dari kedua kubu, yakni Dimas Oky Nugroho dan Idris Abdul Shomad, memiliki sebuah persamaan yang unik.

Keduanya, Dimas dan IAS, sama-sama bukan calon yang diunggulkan oleh para kader dari partainya masing-masing.

Kader PKS, seperti diketahui sebelumnya memunculkan dan menjagokan nama Imam Budi Hartono untuk maju menjadi orang nomor satu di Depok menggantikan pendahulunya Nur Mahmudi Ismail. Namun cerita menjadi berbeda ketika justru nama incumbent wakil walikota Depok Idris Abdul Shomad yang justru didukung DPP PKS untuk maju menjadi Calon Wali Kota (cawalkot) Depok.

Setali tiga uang dengan PKS, Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) yang jauh-jauh hari melakukan penjaringan ditingkat DPC, justru tak memilih satupun calon dari hasil penjaringan dan memunculkan satu nama yang belum pernah terdengar sebelumnya di gegap gempita pertarungan pilkada Depok.

Dimas titipan istana?

Dimas Oky Nugroho, nama yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat PDIP, merupakan staf ahli Presiden dan berada dilingkar satu istana. Tak pelik, fakta ini memunculkan spekulasi berbagai pihak bahwa Dimas adalah orang titipan istana.

Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, membantah keras tudingan bahwa pengusungan Dimas Oky Nugroho pada pencalonan pilkada Depok titipan dari Istana Presiden.

“Tidak benar itu pencalonan titipan Istana,” katanya, Rabu (22/7/2015).

Tentang tidak satupun calon dari hasil penjaringan DPC, Hendrik berkilah bahwa Dimas diusung melalui penjaringan langsung dari PDIP Pusat.

Dia mengatakan, penjaringan calon itu bisa dilakukan di DPC, DPW dan DPP. “Nah, Dimas ini dari pusat,” ujarnya.

Selaku Ketua DPC PDIP Depok, Hendrik mengaku hanya memiliki wewenang sebatas mengusulkan siapa kader internal partai yang memiliki kriteria. Tetapi yang menetapkan ada di pusat.

Grassroot menolak calon, tetap solidkah partai pengusung?

Berbeda dengan kader dan grassroot PKS yang tampak adem-ayem dengan tidak diusungnya calon Imam Budi Hartono, penolakan keras justru muncul kader dan akar rumput PDIP Kota Depok terhadap pencalonan pasangan Dimas – Babai.

(foto facebook)
(foto facebook)

Kader partai dan sejumlah PAC dan pengurus ranting mengaku tidak menerima hasil keputusan Rakercabsus itu. Mereka menolak keputusan untuk mengusung Dimas Oky Nugroho karena selama ini tidak pernah berbuat untuk Depok, apalagi jika kemudian harus berpasangan dengan Babai Suhaimi.

Bahkan. saat panitia Rakercabsus membacakan keputusan nama calon, sejumlah kader dan pengurus cabang langsung melakukan interupsi.

“Kenapa pilih Babai. Ingat ketua, saudara Babai pernah menghina PDIP beberapa waktu lalu,” teriak Jono salah satu kader dan pengurus PAC PDIP Depok. “Kami menolak pasangan calon yang ditentukan itu. Keduanya tidak pernah berbuat apa-apa untuk PDIP di Depok,” teriak kader lainnya.

Teriakan-teriakan hujatan lain terutana terhadap Babai dan Dimas, lalu bersambutan.

Tak berhenti sampai disitu, sejumlah kader partai beserta organisasi masyarakat yang tergabung kedalam Masyarakat Selamatkan Kota Depok (Maskod) berunjuk rasa di depan Aula Gedung Sekarpeni, Jalan Siliwangi. Mereka memprotes terkait pencalonan Dimas Oky Nugroho sebagai Calon Walikota Depok dari PDIP serta Babai Suhaimi (Ketua DPD Golkar Depok) sebagai wakilnya.

Alasannya, Dimas dianggap orang baru dan tak mengikuti mekanisme penjaringan.

“Dimas Oky itu siapa, datang dari mana, kok tiba-tiba direkomendasikan begitu saja oleh DPP PDIP,” teriak Koordinator Aksi, Rachman Tiro saat berorasi, Selasa (21/7/2015).

Opsi alternatif dan Koalisi Depok Bersatu.

Rudi Samin.
Rudi Samin.

Sempat tersandung lewat pencalonannya dari PDI Perjuangan. Rudi kini menggandeng Koalisi Depok Bersatu (KDB) untuk meluruskan langkahnya.

“Ya benar, saya akan maju bersama teman-teman KDB,” ujar Rudi dikutip pojoksatu, Sabtu (25/7)

Rudi Samin yang sempat ditahan di Polda Metro Jaya terkait pengrusakan kantor Pengadilan Negeri (PN) Depok ini, bakal dikawinkan dengan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok, Hasbullah Rahmad. “Meski demikian saya tetap akan menjalin silaturahmi dengan teman-teman PDIP kok,” ucapnya.

Pengalaman Hasbullah Rahmad sebagai wakil rakyat (saat ini tercatat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat) tentunya begitu berharga. “Bang Has memiliki pengalaman di Badan Anggaran. Pokoknya banyak kesamaan antara kami berdua,” tuturnya.

Jadi, kita tunggu saja pertarungan jelang Pilkada Kota Depok 2015 ini, akankah terjadi pertarungan satu lawan satu (head to head) antara pasangan Dimas – Babai melawan pasangan IAS – Pradi, ataukah akan muncul opsi alternatif dari pasangan ketiga.

Semua opsi masih mungkin saja terjadi.

 

Muhammad Ihsan.

Komentar

komentar