Korupsi Pengadaan Seragam dan Sepatu Siswa Depok Rugikan Negara 10M

pemkot-depok

Pengadaan seragam dan sepatu bagi seluruh siswa SD Negeri di Depok itu diperkirakan merugikan negara Rp10 miliar. Sedangkan total pengadaan Rp15,8 miliar yang diambil dari APBD 2014.

Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Polda Metro Jaya. Polisi masih menyelidiki perihal pengadaan seragam dan sepatu bagi siswa sekolah dasar (SD) di Depok yang diduga terindikasi korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Kota Depok Muhammad Thamrin mengatakan, pengajuan program pengadaan itu diajukan oleh anggota Dewan periode sebelumnya. Sayangnya dalam pelaksanaannya tidak sesuai harapan.

BACA JUGA:  Dandim Depok Tegaskan Disiplin Berkendara ke Anak Buahnya

“Kalau pengajuan, siapa saja bisa mengusulkan, mulai dari dewan, maupun organisasi perangkat daerah. Tapi, siapa yang mengajukan tidak masalah. Yang harus dipertanyakan justru pelaksananya,” kata Thamrin kepada wartawan di Depok, Sabtu (4/7/2015).

Pelaksanaan proyek pengadaan seragam dan sepatu tersebut didelegasikan kepada pihak ketiga yang memenangi proses tender. Berdasarkan data LPSE Kota Depok, pemenang lelang untuk pengadaan pakaian seragam dan sepatu sekolah adalah PT Mega Agro Jaya.

Perusahaan itu berlokasi di Perumahan Griya Permata Raya Blok B1 No 66, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Dalam LPSE Kota Depok, pagu anggaran pengadaan seragam sekolah itu sebesar Rp15.778.000.000.

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

Sementara PT Mega Agro Jaya memberikan harga penawaran sebesar Rp15.399.320.000. “Bantuan diberikan pada 126.024 siswa SD dari total 274 SD Negeri yang ada di Kota Depok,” ungkapnya.

Namun dari catatan kepolisian, banyak paket bantuan yang tidak diterima siswa. Jumlahnya mencapai 5.014 seragam dan 9.693 pasang sepatu.

Komentar

komentar