Ramadhan Bukan untuk Tidur dan Bermalas-malasan

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan datang. Bulan ini merupakan sarana membangun jiwa perjuangan. “Bulan puasa adalah bulan perjuangan bagi umat Islam,” kata Ustadz Farid Ahmad Okbah dalam acara Targhib Ramadhan di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf, Bekasi, Minggu (14/06)

Ustadz Farid menjelaskan bahwa perintah puasa, sebagimana tercantum dalam Surat Al Baqarah 183, hanya dialamatkan kepada orang yang beriman. Dalam ayat itu Allah berbicara kepada orang-orang beriman, sebagaimana pendapat Ibnu Mas’ud.

Orang-orang beriman yang dimaksud dalam ayat itu adalah orang beriman menurut Allah, bukan menurut manusia. “Dan hanya orang beriman yang akan berjuang,” tandas Ustadz Farid.

BACA JUGA:  Bulan Muharram dan Keutamaannya

Orang yang beriman, lanjut ustadz Farid, merupakan manusia yang telah menyatakan dalam semua waktu dan tenaganya, salatnya, ibadah kurbannya, hidup dan matinya hanya untuk Allah. Sementara, bagi orang tak beriman kalaupun berjuang maka pejuangan bukan untuk Allah.

Tokoh MIUMI ini juga menjelaskan, kewajiban puasa bagi umat Islam turun pada tahun 2 H saat masa perjuangan. Yaitu bertepatan dengan perang Badar. “Apakah mukmin para sahabat surut? Justru malah dimenangkan Allah SWT,” ujarnya.

Beliau menerangkan bahwa puasa bisa menjadi motivasi untuk berjuang bukan untuk tidur dan bermalas-malasan.

BACA JUGA:  Berbagi Nggak Ada Ruginya!

“Ramadhan harus dimaksimalkan agar nilai perjuangannya meningkat. Karena jika iman meningkat perjuangannya juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Komentar

komentar