Menimbang Peta Koalisi Jelang Pilkada Depok

Deklarasi Koalisi Depok Bersatu di Hotel Bumi Wiyata, Selasa (2/6)
Deklarasi Koalisi Depok Bersatu di Hotel Bumi Wiyata, Selasa (2/6)

Depokpos – Dengan dideklarasikannya Koalisi Depok Bersatu (KDB) yang merupakan gabungan koalisi enam partai politik, maka peta persaingan bakal calon walikota mendatang pun semakin mengerucut dan semakin panas tentunya. Mengingat dari koalisi ini belum memunculkan nama pasangan yang akan di usung dalam pilkada mendatang.

Sejumlah partai yang tergabung dalam koalisi ini adalah:

  1. PAN (6 kursi),
  2. Demokrat (5 kursi),
  3. PPP (4 kursi),
  4. Hanura (2 kursi),
  5. Nasdem (1 kursi), dan
  6. PKB (1 kursi).

Dengan total 19 kursi, maka sudah lebih dari cukup bagi KDB untuk mengusung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok di Pilkada mendatang.

Partai Gerindra yang saat ini sedang menjajaki koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), masing masing memiliki 9 dan 6 kursi di DPRD Depok, dengan total 15 kursi.

Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki 11 kursi, diperkirakan akan berkoalisi dengan Partai Golkar (PG) yang memiliki 5 kursi.

Namun arah koalisi golkar yang belum pasti, memungkinkan Golkar untuk bergabung dalam barisan KDB atau juga kemungkinan koalisi dengan PKS dan Gerindra dengan latar belakang Koalisi Merah Putih di tingkat pusat.

Jika ini terjadi, maka perkiraan persaingan calon walikota mendatang bisa jadi pertempuran segitiga antara KDB, PDIP dan Koalisi PKS, Golkar Gerindra

Sementara dari calon independen, muncul nama yang cukup menjadi ancaman bagi calon yang di usung parpol yakni nama Rusdi Nurdiansyah dan Emil Dardak. Namun nama Emil Dardak terakhir di isukan justru akan terjun di Pilkada Trenggalek bersama partai Gerindra.

Bagaimana peta kekuatan masing-masing kubu kedepannya, tak ada yang pasti sebelum tiba harinya. Kekuatan bisa berubah kapan saja. (mi)

Komentar

komentar